Penyuluhan Budidaya Ikan Nila, Program Satgas TMMD ke-103 Kodim 1002/Barabai Korem 101/Antasari di Desa Awang

BARABAI – Satgas TMMD ke 103 Kodim 1002/Barabai Korem 101/Antasari memasuki hari kedelapan (H+8), melanjutkan kegiatan-kegiatan sebelumnya juga diisi dengan kegiatan Penyuluhan tentang Perikanan, bekerjasama dengan dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kab. HST Kalimantan Selatan yang diisi oleh pemateri Marhani Penyuluh Perikanan Kec. Batang Alai Utara Kab. Hulu Sungai Tengah dengan materi budidaya ikan Nila di kolam Tanah.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di desa Awang ini banyak sekali lahan yang belum tersentuh, apabila kita manfaatkan lahan dengan baik maka akan mendatangkan keuntungan keluarga,” ungkap Marhani, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut Marhani menyampaikan bahwa perawatan budidaya ikan Nila di kolam sangat mudah dan sederhana, Langkah pertama adalah pengeringan dasar kolam. Kolam dikeringkan dengan cara dijemur. Penjemuran biasanya berlangsung selama 3-7 hari, Selanjutnya, permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Sampah, kerikil dan kotoran lainnya dibersihkan dari dasar kolam. Bersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk, biasanya berasal dari sisa pakan yang tidak habis. Setelah itu lakukan pemupukan. Gunakan pupuk organik  sebagai pupuk dasar. Jenisnya bisa pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk organik berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dosisnya sebanyak 1-2 ton per hektar. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Setelah itu, bila dipandang perlu bisa ditambahkan pupuk kimia berupa urea 50-70 kg/ha dan TSP 25-30 kg/ha, diamkan 1-2 hari. Tujuan pemupukan untuk memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di lingkungan kolam. Sehingga hewan atau tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan.

Langkah selanjutnya, kolam digenangi dengan air. Pengairan dilakukan secara bertahap. Pertama, alirkan air ke dalam kolam sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, untuk memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh. Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm. dan benih ikan siap ditebar, tutup Marhani. (*/ad-sb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …