Woow!!! Polres Kutim Tidak Melakukan Rehabilitasi Terhadap Tahanan Kasus Narkoba, Ini Penjelasannya…

KUTAI TIMUR – Kapolres Kutim, AKBP. Teddy Ristiawan, mengaku bahwa saat ini pihaknya belum berencana untuk merehabilitasi pelaku tindak penyalah gunaan narkotika. Meskipun mereka hanya masuk kedalam kategori sebagai pengguna, namun dirinya menegaskan bahwa saat ini tetap belum akan melakukan rehabilitasi terhadap para pelaku yang menjadi tahanannya.

Pasalnya, selain wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum memiliki tempat sendiri sebagai wadah rehabilitasi bagi para pecandu narkoba, pihaknya juga mengaku bahwa saat ini tidak memiliki besaran anggaran untuk  biaya oprasional  pengiriman tahanan pencandu narkoba tersebut ke pusat rehabilitasi di Samarinda.

Sejauh ini Kutim memang belum memiliki tempat sendiri sebagai wadah rehabilitasi bagi pelaku penyalah guna obat-obatan terlarang. Sehingga untuk merehabilitasi, pihaknya harus menitipkannya ke Samarinda. Karena hanya pada Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itulah, wilayah terdekat yang memiliki fasilitas tersebut.

“Itulah alasan kenapa kami tak melakukan rehabilitasi. Memang kami akui, mereka (pengguna) adalah korban. Tetapi kalau terkendala seperti ini, mau bagaimana lagi,” ungkap, AKBP. Teddy Ristiawan.

Dijelaskan pula oleh Kapolres Kutim tersebut, bahwa sebenarnya bisa saja pihaknya memutuskan agar pelaku bisa menjalani rehabilitasi. Akan tetapi dengan catatan, Kutim, harus memiliki tempat sendiri sebagai wadah pusat rehabilitasinya.

Selain itu, ia pun menilai, jika para pecandu tidak diawasi oleh pihak yang tepat, maka tidak akan ada jaminan pula bagi mereka yang direhab, untuk bisa benar-benar pulih kembali.

“Mau di Samarinda siapa yang jaga. Apakah bisa dijamin akan sembuh. Ditahan saja ada yang masih jadi pengedar. Sebenarnya, kami sangat dukung untuk direhabilitasi, cara seperti ini sangat baik. Cuman tak ada tempat dan kami masih terkendala oleh anggaran,” ujarnya.

AKBP. Teddy Ristiawan  mengungkapkan, bahwa saat ini tahanan Polres Kutim untuk kasus narkoba terbilang cukup banyak. Baik pengguna maupun pengedar, jumlah keseluruhannya mencapai 140 orang tahanan. Untuk itu dirinya berharap, Pemkab Kutim dapat segera membangunkan tempat sebagai wadah rehabilitasi. Sehingga nantinya tak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Samarinda.

“Kami tak ada ampun bagi mereka yang pengedar. Yang disoal ialah mereka yang pemakai. Mereka juga adalah korban. Kami akan cari regulasi seperti apa caranya untuk direhab. Terpenting semua pengawasannya terjaga,” katanya.

Lebih jauh, Kapolres Kutim tersebut menuturkan, bahwa kedepan tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan muncul masalah lain terkait rehabilitasi. Salah satunya tentang kecemburuan sosial dan pandangan negatif. Menurutnya, kedua hal tersebut adalah masalah yang tak dapat terhindarkan. Bisa saja dikemudian hari akan muncul sangkaan buruk masyarakat terhadap pihak Kepolisian dan kepadamereka yang telah ataupun yang akan direhabilitasi.

“Kalau saya rehab, takut juga dicurigai macam-macam. Makanya untuk saat ini mending di tahan saja,” pungkasnya

Sekedar diketahui, sebelumnya, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang yang juga merupakan Ketua BNK Kutim, telah menyebut akan segera membangun tempat sebagai wadah rehabilitasi para pecandu narkoba di Kutim. (ra-sb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …