Panik Saat Kepergok Sedang Beraksi, RD Tewas Terkena Serangan Jantung

SAMARINDA – Selasa, 23/10/2018. Nasib naas menimpa pemuda asal Samarinda ini,  pasalnya, ia ditemukan tak bernyawa sesaat setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran warga.

Pria berinisial RD tersebut  ditemukan terbujur kaku di dalam rumah yang  dihuni oleh saudara Taming, dibilangan Komplek Pasar Segiri, Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Dijelaskan oleh saksi, sebelumnya RD, dengan membawa senjata tajam “Badik”, terlihat panik dan tergesa-gesa berlari memasuki lorong buntu menuju arah rumah Taming. Sontak saja hal tersebut membuat Taming yang pada saat itu sedang bersantai duduk didepan teras rumahnya merasa terkejut dan ketakutan.

Dijelaskan lebih lanjut, sesaat setelah RD, mendapati ujung lorong yang dimasukinya tersebut buntu, hal itu lantas saja membuat dirinya segera berbalik arah dan memasuki rumah saudara Taming untuk bersembunyi.

“Sempat meminta air putih untuk minum, sambil memegang sebilah badik pada tangan kirinya. Dia terlihat dalam kondisi berkeringtan dan sangat kelelahan,” ungkap Taming, sang penghuni rumah tersebut.

Karena merasa ketakutan, Taming lantas segera bergegas keluar rumah untuk mengamankan diri. Hal itu, ia lakukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Tak berselang lama, dalam kurun waktu kurang dari 1 jam. Kemudian, Taming memberanikan diri masuk ke dalam rumahnya.

Hal hasil… Taming pun kembali dibuat terkejut dan sangat ketakutan oleh RD. Pasalnya, ia mendapati pria tersebut sudah terbujur kaku didalam rumahnya dengan hanya menggunkan celana serta tanpa menggunkan baju.

“Posisi terlentang, dengan kedua tangan disamping badan. Kaki dalam keadaan kaku menekuk dan menyentuh lantai,” jelasnya.

Sementar itu, menurut salah seorang saksi bernama Ruslan, RD terlihat dikejar oleh beberapa warga karena kepergok telah melakukan aksi pencurian. Diduga, Ia, bersama rekannya yang berinisial TN telah melakukan aksi pencurian di Kawasan Pasar Segiri.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Saat warga melakukan pengejaran tersebut, warga hanya berhasil menangkap TN, dan RD berhasil meloloskan diri.

“Sebelumnya lari kabur bersama dengan temannya. Menghindar dari kejaran warga karena ketahuan melakukan pencurian,” ungkapnya.

Pihak Kepolisian yang datang ke TKP pun langsung mengamankan lokasi. Untuk sementara jasad RD oleh petugas Kepolisian telah dibawa ke Rumah Sakit Aw. Syahrani untuk dilakukan otopsi. Namun, dikarenakan pihak keluarga tak mengizinkan tindakan tersebut, maka pihak Kepolisian bersama pihak rumah sakit tidak jadi melakukan otopsi  kepada pria naas tersebut.

“Keterangan dari petugas Rumah Sakit Aw.syahranie Samarinda, diagnosa awal, saudara RD meninggal karena serangan jantung dan tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya,” ungkap Kusman Efendi, salah satu anggota Polri yang bertugas pada Polsek Samarinda Ulu.

Sementara itu, saat ini untuk tersangka berinisial TN sendiri, telah diamankan pihak Kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (ra-sb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …