Terapkan Sistem Rujukan Online, Pihak BPJS Sebut Berikan Kemudahan

KUTAI TIMUR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan nampaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Hal itu ditunjukan dengan cars menerapkan sistem rujukan Online terhadap sistem pelayanannya. Hal ini dimaksudkan, untuk memberikan kemudahan bagi peserta dalam memilih fasilitas kesehatan yang diinginkan, Selasa, 23/10/2018.

Inovasi tersebut dirasa sangat membantu, mengingat semakin tingginya para pengguna internet ditengah era moderenisasi seperti sekarang ini.

Namun, mengingat tidak semua pihak bisa mengerti akan terapan ini. Nampaknya pihak BPJS Kesehatan pun, harus pula memikirkan dampak baik dan buruk dari sistem rujukan Online yang diberlakukan kedalam layanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) tersebut.

Terlepas dari hal itu, penerapan sistem Online ini tentulah sangat memudahkan sebagian besar para peserta untuk bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatannya.

Dikatakan, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Nurlia Afyanti, bahwa saat ini di Kutim, terdapat 5 Rumah Sakit yang telah melakukan kerjasama bersama BPJS Kesehatan. Serta tercatat ada 36 faskes yang sudah berkerjasama dengan pihaknya.

“Sistem rujukan online memberikan kemudahan dan memberikan kepastian pelayanan kepada para peserta,” katanya.

Dengan menggunakan sistem rujukan  Online, kini pihaknya mengklaim telah memberikan kemudahan dan kepastian kepada para peserta JKN-KIS dalam memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, dirinya menyatakan, untuk presentase jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kutim sendiri, saat ini baru menyentuh angka 69 % dari total jumlah penduduk sebanyak 418.625 jiwa. Capaian itu tentulah belum sesuai dengan apa yang telah ditargetkan oleh pihaknya.

“Secara garis besar, untuk penyumbang iuran BPJS Kesehatan sendiri terdiri atas 3 segmen,” ujarnya. “Kemudian untuk kasus terbanyak yang ditangani oleh faskes adalah penyakit bronkhitis akut,” ungkap, Ka. Cabang BPJS Kesehatan Kutim tersebut, kepada awak media.

Ketika disinggung terkait kondisi peserta lanjut usia dan peserta yang berada pada daerah terpencil yang tidak mengerti tentang tata cara prosedur pendaftaran rujukan via Online tersebut, dirinya menghimbaui agar tidak perlu khawatir. Dijelaskan olehnya, bahwa pihak BPJS Kesehatan akan terus melakukan pendekatan melalui sosialisai dan pastinya akan ada petugas yang berjaga untuk membantu proses dalam alur pendaftaran nantinya.

“Akan ada petugas yang membantu prosesnya. Sebenarnya tidak sulit, namun kami akan terus sosialisasikan. Sehingga seiring berjalannya waktu, maka hal itu akan dapat bisa dimengerti,” pungkasnya. (ra-sb)

Check Also

Diberhentikan Sepihak, Wabup Tabalong Laporkan Bupati dan Sekdanya ke Bareskrim Mabes Polri

BANJARMASIN – Zony Alfianoor sebagai wakil Bupati Tabalong di periode 2014-2019 merasa kecewa setelah dirinya …