Kasad: Kedisiplinan Adalah Modal Utama Seorang Prajurit Untuk Keberhasilan Dalam Melaksanakan Tugasnya

SAMARINDA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengunjungi Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang berkedudukan di Samarinda Kalimantan Timur, setelah tiba di GOR Palaran  menggunakan Helikopter,  rombongan Kasad disambut Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos, Senin (12/11/2018).

Rombongan Kasad langsung mengunjungi Mako Yonif 611/Awang Long, Danyonif 611/Awang Long Mayor Inf Rizki Hidayat Djohar memberikan laporan didepan kepada Kasad bahwa Ksatrian Yonif 611/Awang Long dalam keadaan aman dan siap dikunjungi oleh Kasad beserta rombongan.

Seribu prajurit bertepuk tangan untuk menyambut Kasad dengan menyanyikan lagu Selamat Datang mengiringi langkah kaki Kasad menuju Mako Yonif 611/Awang Long.

Hormat Jajar Dinas Kemanan Yonif 611/Awang Long kepada Kasad. Dalam hal tersebut Dinas Keamanan Yonif 611/Awang Long melaksanakannya dengan sigap selayaknya seorang prajurit yang mempunyai gerakan patah-patah.

Kasad disambut oleh anak-anak prajurit berpakaian adat Dayak Bahau memberikan kalung bunga ke Kasad dan Bunga Buket ke Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dengan diiringi musik Dayak Bahau.

Setelah transit di Mayonif 611/Awang Long Kasad beserta rombongan melaksanakan sholat Zuhur berjamaah di Masjid Al-IIkhsan  Yonif 611/Awang Long dan setelah itu rombongan melaksanakan makan siang bersama ribuan prajurit di lapangan hijau Yonif 611/Awang Long.

Usai bersantap siang  Kasad memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD sewilayah Jajaran Korem 091/Aji Surya Natakesuma.

Dalam pengarahannya Kasad menyampaikan kepada seluruh prajurit bahwasannya Prajurit itu harus sehat Jasmani dan Rohani baru bisa diperintahkan dengan benar karena kekuatan TNI AD bukan karena Kasad melainkan semua TNI AD mempunyai tanggung jawab besar yang sama untuk membesarkan TNI AD, Kebesaran/kekuatan seorang pemimpin ada ditangan para prajuritnya jadi prajurit pangkat terendahpun tidak boleh takut dengan atasan karena Managemen ketakutan Pangkat/Jabatan melainkan menghormati dan mematuhi perintah yang diberikan oleh atasan.

Dengan cara memanggil Pangkat Prada Kasad memberikan contoh merangkul seorang Prada bahwasannya Prada pun tidak boleh takut dengan Kasad melainkan menghormati dan mematuhi perintah yang diberikan.

Penekanan Kasad kepada para prajurit yang paling utama adalah prajurit itu harus Jago Perang dengan penjelasan perang bukan hanya dimedan pertempuran tetapi harus bisa menjadi solusi ditengah rakyatnya, Jago Tembak para prajurit harus jago tembak bintara pelatih harus memiliki kemampuan yang dapat melatih para anggotanya dengan target melebihi kemampuan bintara pelatih, Jago beladiri tetapi bukan Backing, berkelahi dan hal yang dapat menimbulkan pelanggaran, Fisik Jasmani yang kuat prajurit harus memiliki fisik yang kuat. Penekanan terakhir Kasad yaitu kedisiplinan adalah modal utama seorang prajurit untuk keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya. (*/ra-sb)

Check Also

Lapor! Paman Dapat Penghargaan dari Kemenpan RB RI

JAKARTA, SuaraBorneo – Lapor Paman branding yang selama ini digunakan untuk SP4N LAPOR! Prov. Kal …

error: Off