2 Terduga Penipuan dan Penggelapan 1 Ons Emas Berhasil Diringkus Unit Resmob Polres HST

BARABAI – 2 orang diduga pelaku tindak kejahatan penipuan dan penggelapan sebagai mana di maksud dalam pasal 372 dan 378 KUHP berinisial DN (35) dan Senin RE (43) berhasil diringkus Unit Resmob Polres Hulu Sungai Tengah Senin (12/11) pukul 12:15 wita setelah sebelumnya Kamis (20/09) lalu menerima laporan dari korban yang bernama Norhayani (49) tahun warga jl. Brigjen H. Hasan Basri RT. 05 Kel. Bukat Kec. Barabai yang menjadi korban tindak kejahatan dari keduanya.

DN yang merupakan warga Jl. Ade Irma Suryani Rt. 06  Kel. Sungai Pinang Dalam Kec. Sungai Pinang Kota Samarinda Provinsi Kaltim dan RE warga desa Lampihong RT. 03 Kel. Lampihong kec. Lampihong kab. Balangan ini diringkus polisi dikawasan pasar garuda Barabai.

Ditangan kedua pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 (satu) unit Mobil merk Toyota Avanza warna Putih dengan Nomor Polisi KT 1853 ML dengan Noka : MHFM1BA3JBK374047 dan Nosin : DJ57595, 1 (satu) lembar STNK  Mobil merk Toyota Avanza warna Putih dengan Nomor Polisi KT 1853 ML dengan Noka : MHFM1BA3JBK374047 dan Nosin : DJ57595, 1 (satu) buah jam tangan warna kuning tua Merk DIESEL (hasil kejahatan), 1 (satu) buah jam tangan warna hitam merk Alexander Christie (hasil kejahatan).

Dikonfirmasi SuaraBorneo.com via telpon seluler Kapolres HST Sabana Atmojo, S.I.K., M.H. melalui Waka Polres HST Kompol Sarjaini membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap 2 orang diduga pelaku tindak kejahatan penipuan dan penggelapan dengan inisial DN dan RE.

“Benar,kami telah menangkap 2 orang diduga pelaku berinisial DN dan RE terkait kasus penipuan dan penggelapan sebagai mana di maksud dalam pasal 372 dan 378 KUHP,saat ini keduanya ditahan di Polres HST guna penyelidikan lebih lanjut”.

Sebelumnya,pada hari Kamis tanggal 20 September 2018 skj. 08.30 wita di Jl. Brigjen H. Hasan Baseri Rt. 005/002 (tepatnya di depan rumah milik pelapor nama NORHAYANI) Kelurahan Bukat Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada saat korban sedang menyapu didepan rumah kemudian datang 2 (dua) orang laki – laki dengan menggunakan 1 (satu) unit mobil merk AVANZA warna Putih untuk bertanya letak mesjid Sulaha kemudian orang tersebut meminta korban untuk menunjukkan arah mesjid tersebut dan korban langsung masuk kedalam mobil tersebut kemudian ditengah perjalanan korban diminta memeriksakan tangan kepada orang tersebut dan setelah itu korban disuruh untuk menyerahkan barang milik korban berupa 1 (satu) buah kalung emas dan mata kalung seberat 55 (lima puluh lima) gram, 1 (satu) buah gelang emas seberat 50 (lima puluh) gram, dan 1 (satu) buah cincin seberat 2 (dua) gram selanjutnya korban langsung di turunkan di pinggir jalan yang terletak di Jl. Ir. P.H.M.Noor Kec. Barabai Kab. HST, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 60.000.000,- ,sadar dirinya menjadi korban kejahatan perempuan yang berprofesi sebagai pedagang tersebut melaporkannya ke SPKT Polres HST.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K, M.H melalui Waka Polres HST Kompol Sarjaini menghimbau kepada masyarakat agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan yang dapat menimbulkan terjadinya tindak pidana.

” Kami himbau kepada masyarakat khususnya yang berada diwilayah hukum Polres HST dan sekitarnya agar jangan memakai perhiasan yang berlebihan karena hal tersebut dapat memicu terjadinya tindak pidana. Waspada dengan orang sekitar apalagi orang yang tidak kita kenal”, pungkasnya. (*/pp-sb)

Check Also

Kerendahan Hati dan Hari Terakhir AKP Wahyu Ismoyo Jayawardana di Kota Serambi Mekkah

MARTAPURA, SuaraBorneo – Kepala Bagian Operasi Polres Banjar, AKP Wahyu Ismoyo Jayawardhana, dalam hitungan jam …

error: Off