Woow! Disdukcapil Akan Blokir Data Pribadi Warga

KUTAI TIMUR – Data pribadi kependudukan milik warga Kabupaten  Kutai Timur (Kutim) terancam bakal diblokir. Pemblokiran data pribadi tersebut akan dilakukan oleh pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, kepada warga tak mau melakukan perekaman Kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) hingga pada batas waktu di penghujung tahun nanti.

Jika sampai terblokir, tentunya segala layanan yang berkenaan dengan data kependudukan, secara otomatis akan ikut terblokir dengan sendirinya dan warga tak bisa menikmati berbagai layanan publik. Antara lain, layanan fasilitas BPJS, perbankan, melakukan umroh, haji, serta hal sejenis yang berkaitan dengan penggunaan data kependudukan.

Dijelaskan oleh Kepala Disdukcapil Kutim, Januar HPLA, bahwa pemblokiran itu tentulah tidak serta merta dilakukan secara sepihak, karena pihak Disdukcapil Kutim telah bersosialisasi dan memberikan kesempatan tenggang waktu bagi warga untuk melakukan perekaman data diri, jauh hari sebelumnya. Bahkan bertahun lamanya.

Kepala Dinas Disdukcapil  Kutim tersebut juga menegaskan, pihaknya tak segan untuk memblokir data penduduk kepada warga yang belum mau melakukan merekam KTP-el hingga batas waktu yang talah ditentukan. Tindakan yang dilakukan sebagaimana mengacu pada peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan tentulah semua telah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Ini akan diberlakukan khusus kepada warga usia 23 tahun ke atas. Batas waktunya sampai 31 Desember 2018, jika telat, akan diblokir sementara, sampai mereka mendatangi kantor Disdukcapil maupun perwakilan di kecamatan, melakukan perekaman,” tegas Januar.

Menurutnya, pemblokiran data kependudukan bakal membawa pengaruh besar terhadap pelayanan publik. Katakan saat sakit, seorang warga yang belum mengurus KTP-el bakal tak bisa menggunakan pengobatan yang difasilitasi BPJS. Yang seharusnya gratis, pasien terpaksa merogoh kocek dalam dalam. Maka, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan perkaman data diri, guna keperluan pembuatan KTP-el.

“Tentu masyarakat sendiri yang akan dirugikan jika tak melakukan perekaman KTP-el,” ucapnya

Belum lagi saat ini kita telah memasuki musim pesta demokrasi, maka dirasa sangatlah penting memilik KTP-el. Sebab sebagai persyaratan utama untuk dapat menyalurkan hak suara. Untuk itu, Januar berharap kepada warga Kutim agar turut aktif ikut serta melakukan perekaman KTL-el agar tak termasuk kedalam golongan putih (golput).

“Jadi, masyarakat yang belum melakukan perekaman, perlu berkoordinasi dengan disdukcapil maupun kecamatan setempat. agar tidak double data,” ujarnya. (*/ra-sb)

256 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Mulawarman Peduli, Babinsa Koramil 1003-04/Kdg Latih PBB Siswa Siswi SMPN 1 Kandangan

KANDANGAN, SuaraBorneo – Guna menanamkan kedisiplinlan kepada para siswa siswi SMP Negeri 1 kandangan. Sabtu …