Keteguhan Iman Seorang Ibu Muda Mualaf, Merawat Anaknya Penderita Cerebral Palsy

BANJARBARU, Suaraborneo.com – Menjalani Kehidupan memang penuh dengan tantangan dan kesulitan. Seperti yang di rasakan pasangan suami-isteri bermukim di Jalan Garuda Gang Logam Landasan Ulin-Banjarbaru, yaitu Hermanto dan Maria Ervina orang tua dari Stefani Anastasya Ina Kewa di panggil Tasya (4,5) yang menderita Cerebral palsy (CP) gangguan gerakan otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak.

Karenanya, Tasya tidak bisa minum ASI-nya lewat mulutnya. Selama 4tahun mendapatkan susu formula lewat selang yang di masukan dari lubang hidung hingga ke lambung nya. Dan kini, harus menjalani Terapi Otupos 2 kali seminggu di RS Ulin Banjarmasin.

Tempat hunian  yang sederhana jauh dari angan angan  bertaburkan bunga dan bukan pula “bulan madu” seperti yang banyak digambarkan dan dibayangkan oleh kebanyakan wanita. Tidak terkecuali bagi Maria Ervina (Ibu Tasya) enam tahun lalu yang memutuskan menikah dengan Hermanto. Kendati pernikahan mendapat tantangan keras dari kedua orang tua Maria, disebabkan bukan karena Hermanto pemuda sederhana sebagai buruh bangunan, tetapi Maria sebelum izab kabul terlebih dahulu mengucapkan Dua Kalimat Syahadat. Jadilah Maria sebagai Mualaf Dengan nama Siti Fatimah. sebagai wanita muslimah.

Di tengah kesederhanaan mengarungi rumah tangga, lahirlah bayi mungil nan cantik di beri nama Stefani Anastasya Ina Kewa di panggil Tasya (5 tahun lalu). Kebahagiaan berumah tangga dengan kehadiran Tasya terasa lengkap, namun setahun umur Tasya menderita sakit tidak bisa menghirup ASI-nya lagi, hingga bulak balik berobat ke puskesmas juga RS Idaman Banjarbaru.

Sebagai wanita muslimah menghadapi musibah sakitnya Tasya dengan lapang dada dan tabah menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Hingga ujian terberat datang dengan hadirnya kedua orang tua Maria (Siti Fatimah) yang tinggal di kecamatan yang sama.

Siti Fatimah diajak balik ke orang tuanya dengan membawa Tasya akan di biayai segala pengobatan, meninggalkan suaminya ” kecuali Hermanto mau pindah Keyakinan yang di anut bapa dan ibu”, ungkapnya lirih pada Media SB di tengah perjalanan menuju RS Ulin. Rabu (14/11) kemaren.

Keteguhan iman sebagai Mualaf terus teruji, kendati datangnya silih berganti ditengah kondisi penghasilan suami yang pas pasan sebagai buruh bangunan. Sementara Tasya sakit sakitan tergolek lemah dengan kondisi fisiknya kurang gizi yang beratnya 12 kilo  hanya kilo gram, padahal umurnya hampir 5 tahun.

“Tetangga dan warga tidak mengetahui keadaan sakitnya Tasya, kami  didalam rumah saja, setelah viralnya berita Tasya yang koma selama 14 hari di-RS Idaman Banjarbaru.  Orang-orang dari puskesmas hingga  Lurah Landasan Ulin berdatangan membezok” ujarnya bercerita.

Hingga Siti Fatimah disuruh perawat untuk bersiap akan kedatangan orang penting. Ia pun bertanya-tanya siapa orang penting yang akan membezok, tambahnya yang ternyata Bapa H.AR.Iwansyah ketua DPRD Banjarbaru bersama Ibu Diyah Iwan.  ” Tidak hanya gembira, juga bersyukur dan terimakasih pada Bapa dan Ibu H.Iwan yang menganggap Tasya sebagai cucunya, dan mengupayakan berikan kemudahan untuk pengobatan maksimal pada instansi terkait. “Kami sangat bersyukur atas perhatian dan bantuan Bapa H.Iwan dan Ibu Dyah”.  Ungkap Siti Fatimah dengan nada senang sembari mengelus kepala Tasya buah hatinya.

Dia, Siti Fatimah tidak nampak kejenuhan dan mengeluh  terhadap keadaan bertahun-tahun merawat Tasya dengan sabarnya, menyadari sebagai seorang isteri yang sabar dan ridho terhadap taqdir Alloh.

Kepedihan dan kesulitan hidup sedahsyat apapun yang dihadapi oleh seorang istri, ia harus menghadapinya dengan penuh perjuangan dan keteguhan Iman. Penderitaan saat mengandung, melahirkan, dan berbagai kesulitan lain dalam hidup yang dihadapi.  Keutuhan rumah tangganya—harus dipikul tanpa keluhan dan kegundahan.  Rumah tangga akan terjaga dari cacat dan kelemahan yang disebabkan oleh kesulitan hidup. Dengan kesabaran dan tawawal tanpa disertai kecemasan, hidup akan terasa manis. (hrs-bjb)

Check Also

Walikota Banjarmasin Setujui Pengangkatan Guru Honorer

BANJARMASIN – Guru honorer se Kota Banjarmasin kini bisa tersenyum senang. Pasalnya, keinginan mereka untuk mendapatkan …