SUNGAI REGENERATIF : #02 Sadar DAS

Oleh : Yustinus Sapto Hardjanto

Dimana dan bagaimana sungai lahir?. Sungai selalu hadir dalam sebuah kawasan yang disebut sebagai Daerah Aliran Sungai.

DAS adalah kawasan yang dibatasi oleh titik titik tertinggi dimana air hujan akan berkumpul dan mengalir.

Siklus hidrologi secara ajeg berlaku di dalam DAS dimana ada penguapan, hujan turun, meresap, sebagian menjadi air permukaan, mengenang di area tertentu, masuk ke sungai menambah volume air sungai yang secara konstan mengalir dari mata air.

Kondisi kawasan yang disebut sebagai DAS ini yang menentukan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air sungai.

Karenanya DAS yang baik adalah yang mempunyai tutupan vegetasi yang cukup (hutan) dan penggunaan lahannya berkesesuaian dengan siklus hidrologi.

Kita tinggal dalam lingkungan yang selalu bisa dibagi habis dalam kawasan DAS hingga Sub Sub DAS. Namun kesadaran bahwa kita dilingkupi oleh DAS sangatlah kecil. Kita sadar air selalu dalam bentuk yang akhir, misalnya kala banjir.

Banjir sebagai salah satu masalah selalu merupakan sebuah fenomena yang dihasilkan oleh rangkaian perilaku tertentu baik perilaku kebijakan, sektor swasta maupun masyarakat umum.

Artinya banjir di DAS adalah peristiwa biasa dan DAS telah menyesuaikan dengan menyediakan ruang genangan sementara dan permanen. Namun ruang ini sering diokupasi dan dialih fungsikan oleh kebijakan sektor swasta dan masyarakat lewat penggunaan yang tidak berkesesuaian dengan siklus air. Akibatnya timbul genangan yang dianggap tidak pada tempatnya dan disebut sebagai bencana.

Dan bencana keairan dalam kawasan DAS sesungguhnya merupakan bencana yang bisa diramalkan, bencana yang bisa diproyeksi akibat fungsi DAS sebagaimana sistem filtrasi dan infiltrasi air terganggu oleh ulah dan kepentingan manusia.

Air jumlahnya sama dan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Air juga selalu kembali ke rumahnya. Dan DAS adalah rumah air, maka penghilangan rumah air yang berupa kawasan tangkapan atau resapan air, ruang parkir sementara air permukaan, ruang banjir sungai atau badan air lainnya selalu akan menimbulkan persoalan terkait kualitas, kuantitas dan kontinuitas air.

Bagaimana perilaku atau perlakuan dan tingkat kesadaran kita akan kawasan DAS selalu bisa dilihat dalam wajah sungai kita. Kondisi dan keadaan sungai adalah cermin soal bagaimana kita taat atau tidak terhadap hukum alam yang dituliskan oleh air.

Sayangnya walau air adalah salah satu kebutuhan utama kita, namun penghormatan kita padanya sangat rendah. Kita hanya menikmati tanpa merawat dan menjaganya. Dan begitu kita terendam banjir, kita kemudian tega menyebut air sebagai daya rusak.

#daerahaliranaungai
#ekohidrolika
#natureforwater
#konservasitanahair
#memulihkanmerawatmenjaga
#m3k

237 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Revitalisasi Pasar Rakyat di Kecamatan Kongebeng Kutim

KUTIM, SuaraBorneo.com – Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi Di desa Marga Mulia Sp 4 …