SUNGAI REGENERATIF : #5 Invasif Aliens Spesies

Oleh : Yustinus Sapto Hardjanto 

Habitasi manusia di Daerah Aliran Sungai maupun Ruang Sungai selalu menimbulkan tekanan lingkungan. Tekanan karena perubahan fungsi dan tataguna lahan itu menyebabkan ancaman bagi kondisi setempat beserta mahkluk hidup lainnya.

Sungai menjadi kehilangan riparian misalnya. Yang tentu saja berdampak pada berkurangnya atau bahkan hilangnya udang, ikan, kerang dan lain-lain di sungai.

Kondisi diperparah dengan model penangkapan ikan yang merusak (destruktif fishing) seperti menyetrum, meracuni atau menggunakan jala yang rapat.

Kesadaran (terkadang tuntutan) untuk adanya Ruang Terbuka Hijau kemudian melahirkan kegiatan Revegetasi. Dan disinilah kemudian kerap kali terjadi pengenalan pohon asing yang kemudian menjadi dominan atau invasif.

Pun di sungai, menghilangnya aneka jenis ikan setempat mendorong pihak pihak tertentu melakukan re-stocking. Menebar ikan di sungai dengan jenis ikan yang sebelumnya tidak dikenal di sungai itu.

Namun introduksi ikan asing bukan hanya secara sengaja dan massal. Melainkan tak sengaja misalnya lepas dari kolam dekat sungai. Atau dilepas oleh orang yang awalnya memelihara di akuarium.

Dan apa yang ditanam, lepas atau dilepas itu kemudian cocok dengan habitatnya, mereka kemudian berkembang dengan cepat dan menjadi dominan sehingga menganggu atau bahkan memusnahkan spesies asli.

Perubahan komposisi biotik ini tentu mempengaruhi ekologi setempat. Menganggu keseimbangan rantai makanan dan hubungan antar mahkluk, kompetisi menjadi tidak seimbang, pola predasi terganggu.

Tutupan vegetasi di kanan kiri sungai tidak boleh hijau sekedar hijau, pun ikan di sungai tidak boleh sekadar yang penting ada ikannya.

Sungai akan menjadi sungai yang digdaya dan produktif karena kesesuaian vegetasi dan biotanya. Jika hanya asal hijau maka pucuk daun dan buah atau bijiannya tak jadi sumber pakan bagi primata maupun burung yang biasa hidup disekitar sungai.

Pun model percabangan dan tajuk pohonnya tidak bisa menjadi tempat bertenggernya burung pemangsa memantau mangsanya.

Demikian juga ikan di sungai jika yang berkembang hanya sembarang ikan atau ikan yang tidak dikenali oleh predator maka akan menjadi dominan. Banyak namun tidak menghasilkan manfaat seperti yang terjadi di banyak sungai atau badan air yang dipenuhi oleh ikan sapu-sapu (cicak).

Campur tangan manusia yang berlebihan baik sengaja maupun tidak sengaja yang meski disertai dengan niat baik sekalipun tak selalu berarti baik untuk lingkungan termasuk didalamnya adalah sungai.

#spesiesinvasif
#habitasi
#predasi
#localspecies
#dominasinonkompetisi

Check Also

Sambut Kemerdekaan RI Ke-75, Babinsa Sabulu Ajak Generasi Muda Kibarkan Bendera Merah Putih

SAMARINDA, SB – Sambut Kemerdekaan RI Ke-75, Sertu Mustamin Babinsa Koramil 0906-07/Sebulu Kodim 0906/Tenggarong bersama …