Minimalisir Gejolak Sosial,BNPB Segera Bangun Huntara Korban Tsunami Selat Sunda

BANTEN, SuaraBorneo.com – Gelombang Tsunami yang menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda masih menyisakan banyak pekerjaan. Salah satunya adalah penanganan darurat bagi pengungsi di Pandeglang dan Lampung Selatan. Dua lokasi tersebut merupakan yang terparah diterjang Tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat Tsunami di Pandeglang akhirnya diperpanjang. Hal ini diputuskan saat rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten.

“Maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu dari 6 Januari hingga 6 Maret 2019,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya Sabtu (05/01).

Selama masa transisi darurat karena Tsunami, kata Sutopo, pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) yang mana pengerjaannya memakan waktu berkisar 2 bulan.

Nantinya Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara.

“Huntara diperlukan untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman. Pengerjaan fisik huntara akan dilakukan oleh TNI,” kata Sutopo.

Dia menambahkan, hingga Sabtu ini, jumlah korban akibat Tsunami Selat Sunda, tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang, dan 16.198 orang mengungsi.

Sementara untuk penanganan darurat di Kabupaten Lampung Selatan, masa tanggap darurat diperpanjang selama 2 minggu hingga 19 Januari 2019 mendatang. Namun, tak ada pembangunan huntara di Lampung Selatan.

“Namun dengan pembangunan hunian tetap untuk relokasi,” ucap Sutopo.

Ia mengatakan bahwa di Lampung Selatan sudah tersedia lahan seluas 2 hektare untuk pembangunan huntap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU Pera, sambung Sutopo, akan melakukan land clearing dan Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain serta rencana anggaran.

“Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan huntap dan fasilitasnya dalam relokasi,” pungkas Sutopo.(*pp/sb)

123 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Diduga Bawa Inek, Warga Muara Dadahup Ditangkap Polisi

  KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Misransyah alias Utuh Feri (36) diamankan polisi diduga membawa inek …