Pengerjaan Huntara Molor, Pengungsi Nekad Tinggal di Pinggir Pantai Talise

PALU, SuaraBorneo.com – Sejumlah tenda pengungsian didirikan warga di pinggir pantai bekas terjangan gelombang Tsunami yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya di Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 4 Januari 2019. Menurut warga, pendirian tenda di tempat itu dilakukan karena terpaksa lantaran tidak memiliki lahan dan tidak kebagian hunian sementara (Huntara) yang dibangun oleh pemerintah.

“Tidak ada pilihan,kami terpaksa tinggal disini lantaran tidak kebagian hunian sementara dan kami pun tidak memiliki lahan ditempat lain,” kata seorang pengungsi.

Sementara itu, terlihat pekerja menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk pengungsi bencana di Kelurahan Palupi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggenjot penyelesaian pembangunan Huntara tersebut karena hingga akhir Desember 2018 baru sekitar 30 persen Huntara yang siap ditempati dari target 1.200 unit yang seharusnya sudah dihuni.

Molornya pengerjaan Huntara juga memberi dampak ke sejumlah pengungsi di tenda Kamp Pengungsi Terpadu Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Sebagian besar dari pengungsi bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami masih ditampung di tenda-tenda pengungsian karena Hunian Sementara (Huntara) yang dijadwalkan bisa ditempati akhir tahun lalu ternyata belum rampung. (*pp/sb)

137 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Diduga Bawa Inek, Warga Muara Dadahup Ditangkap Polisi

  KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Misransyah alias Utuh Feri (36) diamankan polisi diduga membawa inek …