Tidak Ada Huntara Dibangun Jokowi Di Desa Ini, Berikut Pemaparan Sahril

MATARAM, SuaraBorneo.com – Bencana gempa bumi yang menggoncang Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun lalu masih menyisakan problema dibeberapa daerah terdampak misalnya saja Desa Jeringo Kabupaten Lombok Barat.
Di Desa ini ada 15 orang luka berat,27 orang luka ringan dan ratusan hunian rusak berat akibat bencana tersebut.

Dari penuturan Kepala Desa terpilih Jeringo Sahril Bedel kepada SuaraBorneo.com beberapa hari lalu, mayoritas penduduknya yang terdampak gempa bumi masih menghuni tenda-tenda darurat. Adapun warga yang menghuni hunian sementara (Huntara) hanya sebagian kecil saja,itupun menurutnya dibangun secara swadaya dan ada beberapa yang dibangun oleh relawan swasta.

“Sementara waktu Huntara sudah terbangun seadanya oleh masyarakat belum ada dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah kecuali dari relawan Bumi Tangguh,” ungkap Sahril.

Untuk hunian tetap (Huntap) lanjut Sahril,baru terealisasi hanya satu kelompok dan mengambil rumah jenis Riko yang terdiri dari 18 orang. Adapun data yang lainnya masih dalam proses oleh pemerintah daerah.

“Menurut pandangan saya pemerintah sangat lamban dalam menangani kasus korban gempa bumi ini yang di mana pemerintah sudah berjanji akan segera cepat merealisasikannya. Sesuai dengan amanat Inpres nomor 5 tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi NTB dan lahirlah peraturan BNPB nomor 2 tahun 2018 tentang penggunaan dana siap pakai (DSP). Barulah muncul juklak juknis dari BNPB yang menjadi implementasi kebijakan di atasnya. Namun, masyarakat belum mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap pemerintah agar segera merespon ketika data maupun bukti fakta di lapangan sudah didapatkan agar segera merealisasikan apa yang menjadi hak masyarakat itu sendiri,” ucapnya lagi.

Lambannya tindakan pemerintah tentunya mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga menghambat pemulihan perekonomian serta tempat tinggal yang layak,imbuhnya.

Desa yang berpenduduk 2.734 jiwa dengan 822 kepala keluarga itu adalah salah satu Desa yang mengalami kerusakan hunian cukup parah.

“Data rumah yang masuk usulan yang dilakukan Verpal adalah 951 unit,” pungkasnya. (*pp/sb)

203 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Dandim 1007/Bjm Ikuti Vicon Bersama Pejabat Jajaran TNI-Polri dan BPBD di Lingkungan Kodam VI/ Mlw

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Menanggapi kasus kebakaran hutan dan lahan dilingkungan Kodam VI/ Mulawarman yang hingga …