BM Kosgoro Banjarbaru Gelar Nobar Debat Capres Perdana

BANJARBARU РSekitar 100 anak muda duduk bareng menggelar acara nonton bareng (nobar) debat capres Рcawapres.
Mereka berkumpul di sebuah kafe Wadah Kawan di kawasan jalan Pangeran Suriansyah Banjarbaru yang populer PG (Pentol Goreng), Kamis (17/1) malam.

Mereka tampak akrab satu sama lain meskipun kalangan kaum Milenial tidak saling mengenal, dan Tidak ada yang mengklaim sebagai pendukung Paslon Capres.

Namun ditengah ramainya menuhi ruangan Kafe Wadah Kawan yang menyaksikan Debat Capres perdana ini melalui layar lebar, nampak sekelompok orang berseragam warna kuning tua menempati beberapa buah meja seketar 30 orang.

SuaraBorneo.com begitu mendekati, salah seorang mempersilakan duduk bergabung. Dan ternyata pasukan berseragam ini adalah organisasi kepemudaan yaitu Barisan Muda (BM) Kosgoro 1957 Cabang Banjarbaru.

Gt. M Adam Maulana, S.Tr Par, Ketua Barisan Muda (BM) Kosgoro 1957 cabang Banjarbaru mengatakan bahwa
Tujuan diadakannya nonbar debat capres & cawapres ini yaitu untuk memberikan pemahaman terhadap anggota BM Kosgoro 1957 Kota Banjarbaru terkait dengan Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. Yang mana peran pemuda sangat diperlukan dalam penegakan supremasi hukum secara nasional maupun kota banjarbaru pada khususnya. Karena Pemuda merupakan garda terdepan dalam menentukan masa depan bangsa. Sikap-sikap idealis itulah yang di perlukan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

“Kemudian tujuan lainnya untuk mempererat tali silaturahim antar pengurus BM Kosgoro 1957 Kota Banjarbaru,” kata tokoh muda ini.

Sementara Ahmad Rivani selaku penasehat BM Kosgoro Banjarbaru, bahwa pihaknya ingin memberikan contoh bagi masyarakat bahwa dikalangan anak muda yang mungkin sudah pasti punya dukungan kepada masing-masing Paslon, namun bisa duduk berdampingan dengan damai dan akrab.

Pihaknya merasa prihatin melihat dua pendukung capres justru sibuk saling serang karena perbedaan pilihan.

“Kita mikir saja iseng-iseng bahwa anak muda enggak usah gini (ribut) lah. Kita pengin coba kasih contoh ke semuanya, ke yang senior-senior, walaupun kita berbeda pandangan politik pun, yang muda-muda aja akur gitu lho. Seharusnya yang senior juga bisa dong, yang emak-emak bisa dong. Dan yang katanya ada orang ribut antar teman bahkan antar keluarga, kita saja yang beda kubu santai saja. Alasannya sebenarnya itu, sesimpel itu,” jelasnya.

Ditimpali Abdul Haris pula, aksi nobar ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Perbedaan pandangan politik tak lantas membuat masyarakat terpecah belah.

“Kita ingin memberikan contoh bahwa di luar apapun pandangan politiknya Indonesia tetap satu. Siapapun yang menang ini cuma sekadar kompetisi dua putra terbaik bangsa,” ujarnya.

Semua pihak harus melihat bahwa Pilpres adalah kompetisi berbalut kebaikan bangsa. Empat orang putra terbaik bangsa sedang bersaing dengan tujuan yang sama, demi kejayaan Indonesia di masa mendatang.

“Di luar apapun perbedaannya Indonesia tetap sama. Siapapun nanti yang menang itulah pilihan Tuhan dan masyarakat Indonesia dan kita wajib akui itu,” kata wakil ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Banjarbaru ini. (hrs-sb)¬†

301 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Check Also

Diduga Bawa Inek, Warga Muara Dadahup Ditangkap Polisi

  KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Misransyah alias Utuh Feri (36) diamankan polisi diduga membawa inek …