Dandim 0909 Sangatta : TNI Sudah Jelas, Hukumnya Adalah Netral

 

Netralitas TNI Tanpa Batas. Salam Komando, Isyarat Yang Ditunjukan Sertu Eno Dalam Menjunjung Tinggi Netralitas TNI. Lokasi : Koramil Sangkulirang

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR -Dinamika pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019 diwarnai dengan majunya para kandidat yang memiliki latar belakang berbeda, tak terkecuali TNI. Majunya para kandidat tersebut bukanlah hal yang baru, karena dalam tahun-tahun pemilihan sebelumnya juga terdapat para kandidat yang memiliki latar belakang militer. Bahkan jabatan Presiden ke-2 dan ke-6, diduduki yang memiliki latar belakang militer. Untuk itu anggota TNI harus tetap menjaga netralitasnya di tengah kancah perpolitikan saat ini.

Dandim 0909 Sangatta, Letkol Inf Kamil Bahren Pasha, menekankan bahwa sikap TNI selalu netral dan tidak terlibat dalam politik. Maka dari itu di tahun politik seperti sekarang ini, Dandim 0909 Sangatta kembali mengingatkan kepada anggota jajarannya agar tidak turut serta dalam pergerakan politik praktis. Ia menegaskan kepada seluruh jajaran anggotanya, jika ada yang ingin berpolitik dengan cara mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif pun harus segera mengundurkan diri terlebih dahulu. Dijelaskan olehnya, akan ada sanksi tegas menanti kepada para anggota yang terlibat politik.

“Kalau sanksi bagi yang terlibat tidak main-main, karena sudah jelas TNI tidak boleh turut berpolitik. Jika ketahuan ada yang terlibat bisa dipecat. Disini saya sampaikan bahwa TNI dilarang untuk terjun kedalam politik praktis, jika ingin terlibat ada prosedurnya,” tegasnya.

Lokasi : Koramil 0909-03 Wahau. Sertu Arwin (Kiri) Bersama Sertu Harianto (Kanan) Foto Bersama Menunjukan Netralitasnya.

Dirinya pun selalu mengingatkan kepada jajaran ke bawahnya agar tetap netral serta tidak memihak kepada pasangan calon mana pun dalam putaran pertarungan Pilpres maupun Pilleg nanti.

“Kita khususnya TNI sudah jelas, hukumnya adalah netral. Kemudian di dalam pemantau lapangan tugas kami hanya untuk menajaga stabilitas keamanan wilayah dan tidak memihak kepada siapa pun. Pada intinya kami ada hanya untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan ketentuan untuk menjaga keamanan wilayah Kabupaten Kutai Timur,” jelasnya.

Tanda TNI Netral. Angota Koramil Bengalon, Sertu Bambang (Kiri) Bersama Sertu Catur (Kanan) Berfoto Dengan Gaya Komandonya. Lokasi : Koramil Bengalon

Untuk diketahui, larangan TNI aktif untuk tidak boleh berpolitik diatur dan diamanatkan yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pasal 39 Ayat 2 UU TNI menyebutkan bahwa “Prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis.” Penegasan tentang larangan untuk berpolitik di dalam UU TNI ini sesungguhnya mensyaratkan kepada para anggota TNI untuk tidak melakukan langkah-langkah politik dalam ruang publik sebelum mereka mengundurkan diri. Dengan kata lain, sepanjang mereka masih aktif menjadi anggota TNI maka tidak boleh melakukan kampanye politik, deklarasi politik, pemasangan atribut politik seperti baliho dan langkah-langkah politik lainnya serta menggunakan sarana / fasilitas TNI tegas Dandim 0909 Sangatta. (ra-sb)

Check Also

Dandim 1007/Bjm Ikuti Vicon Bersama Pejabat Jajaran TNI-Polri dan BPBD di Lingkungan Kodam VI/ Mlw

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Menanggapi kasus kebakaran hutan dan lahan dilingkungan Kodam VI/ Mulawarman yang hingga …