Direktur Bank Kalsel: 2019, Dua Opsi Untuk Melakukan Pemisahan Usaha

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Unit Usaha Syariah (UUS) wajib dipisahkan (spin-off) dari bank umum konvensional (BUK) apabila nilai aset UUS telah mencapai 50 persen dari total nilai aset BUK induknya, sesuaiĀ peraturan BI Nomor 11/10/PBI/2009.

Spin off ini juga sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang mana perbankan konvensional yang memiliki UUS wajib spin off paling lambat tahun 2023.

Atas dasar itu Bank Pemerintah Daerah Kalsel yaitu Bank Kalsel mulai memikirkan strategi untuk mulai memulai pemisahan diri.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengatakan saat ini sudah mulai merencanakan strategi yang kira-kira sesuai dengan kemampuan, karakter bisnis, dan aspirasi dari pemegang saham.

“Dalam hal ini Bank Kalsel cukup proaktif dalam upaya untuk mencari format apa yang paling pas untuk Bank Kalsel,” ujar Agus.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan beberapa penjajakan, di antaranya mengusung usulan penggabungan UUS seluruh BPD di Kalimantan.

“Kami sudah beberapa kali lakukan pertemuan dengan BPD Kalbar dan Kaltimtara, untuk membicarakan bergabungnya BPD se Kalimantan menjadi satu,” ungkapnya.

Dalam kerangka tersebut dia berharap penggabungan UUS BPD se Kalimantan bisa diwujudkan. “Karena ada beberapa hal yang diuntungan, salah satunya dari segi permodalan,” tuturnya.

Menurutnya respon dari BPD lainnya untuk bergabung ini cukup baik. “Pada prinsipnya mereka menyadari kalau spint off sendiri agak repot karena membutuhkan permodalan yang cukup, jadi sepertinya mengamini saja, tapi lagi-lagi tantangannya bagaimana mengkomunikasikan kepada seluruh pemegang saham,” imbuhnya.

Ia menuturkan pada tahun 2019 ini masih melakukan konsuludiasi mengenai format apa yang akan diusung, karena Bank Kalsel masih miliki dua opsi.

“Disamping penggabungan tadi, opsi yang kedua mengkonversi Bank Kalsel menjadi syariah semuanya seperti BPD aceh dan BPD NTB, yang mana semuanya tergantung pemilik saham,” ucapnya.

Agus menambahkan sebagai selaku executive mempersiapkan segala sesuatu dan kajian mana yang lebih pas dan menguntungkan para stakeholder. “Baik itu karyawan, pemegang saham, nasabah, dan pihak-pihak yang terkait Bank Kalsel,” pungkasnya. (tbns.com/ad)

Check Also

Peduli, Relawan PKS Kalteng Ikut Padamkan Kebakaran Lahan

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi beberapa bulan terakhir, tidak …