Kondisi Baik, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa Desember 2018 Akhir Capai 69.810 Hektar

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo –¬†Pelaksanaan program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi rawa dan jaringan pengairan lainnya Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Kapuas , per Desember tahun 2018 akhir capaiannya 69.810 hektar.

“Capaiannya 69.810 hektar dalam kondisi baik,” kata Kasi Irigasi Rawa Sungai Dan Pantai Bidang SDA, DPUPRPKP Kabupaten Kapuas, Ade Lesmana, ST, MM, Kamis (7/2/2019).

Dikatakan Ade, kalau pelaksanaan meliputi 3 kegiatan. Pertama, Rehabilitasi jaringan Irigasi Rawa (DAU). Capaian rehab saluran di Kecamatan Kapuas Timur sepanjang 3 Km dan pembangunan 3 buah pintu air.

Kedua, rehabilitasi Jaringan Irigasi Rawa (DAK), capaian rehab saluran sepanjang 127.6 Km serta pembangunan 6 buah pintu air.

“Luas layanan mencapai sekitar 8.056 hektar. Adapun lokasi kegiatan tersebar di Kecamatan Kapuas Kuala, Tamban Catur, Bataguh, Basarang, Kapuas Murung dan Kapuas Barat,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, ketiga pemeliharaan jaringan rawa tersebar di 14 wilayah Pengamat Pengairan dengan capaian pemeliharaan saluran/handel sepanjang 161 Km.

Berdasar, data saat ini kami dapatkan dari 87.556 hektar kewenangan Kabupaten secara keseluruhan adalah 69.810 hektar dalam kondisi baik tersebar di 134 daerah Irigasi Rawa, sesuai Permen PUPR Nomor : 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria Dan Penetapan Status Daerah Irigasi.

“Harapan kami semoga hasil kegiatan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga desa, masyarakat, petani pemakai air baik untuk pertanian (buka lahan) maupun perkebunan rakyat, perikanan ataupun transportasi darat dan sungai,” harapnya.

Ditambahkannya, selain capaian kegiatan tahun 2018 pemeliharaan jaringan rawa, pihaknya juga melaksanakan program saluran utama dan sungai dalam Kota Kuala Kapuas oleh petugas UPR sungai SDA secara rutin/periodik.

“Ini bagian dari usaha untuk mempertahankan fungsi dan kelestarian saluran utama sungai dalam kota sebagai ekosistem sumber daya air,” terang Ade Lesmana. (ujg/ery-sb)

Check Also

Peduli, Relawan PKS Kalteng Ikut Padamkan Kebakaran Lahan

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi beberapa bulan terakhir, tidak …