WALHI: Pembukaan Lahan Baru Transmigrasi Kepentingan Investasi

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah melihat pembukaan lahan baru mengatasnamakan transmigrasi lebih pada kepentingan investasi.

“Walhi melihat kepentingan investasi. Bukan kepentingan masyarakat Kalteng ataupun Kalimantan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Dimas Hartono Sabtu (16/2/2019).

Dikatakan, hal itu terlihat dorongan transmigrasi lebih pada sektor perkebunan Kelapa Sawit.

“Saat ini lebih utama adalah mengakomodir kepentingan masyarakat Kalteng yang lahannya telah diambil oleh Perkebunan Kelapa Sawit, tambang dan industri lain,” jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, sejauh ini pengakuan wilayah kelola masyarakat adat tidak terakomodir dengan baik.

“Kebutuhan 9 juta hektar dipastikan membuka hutan kembali berdampak
antara lain bencana ekologis, permasalahan sosial dan budaya. Jadi wajar terjadi penolakan,”paparnya.

Sebelumnya, rencana pemerintah membuka lahan transmigrasi baru 9 juta hektar di jantung Pulau Borneo Kalimantan mendapat penolakan masyarakat Dayak.

“Alasan kami bertentangan dengan amanah Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 tentang hutan adat, serta adat istiadat yang berlaku di kalangan masyarakat Dayak,” tegas mereka.

Ditegaskan, pengalaman pembukaan sejuta hektar lahan gambut Kalimantan Tengah justru memicu konflik berkepanjangan dan menyengsarakan kehidupan masyarakat.

“Selain memicu konflik juga merusak ekosistem lingkungan bencana ekologi, bahkan memicu laju pemanasan global,” tandasnya.

Karenanya, jika pemerintah ingin membangun Kalimantan pentingnya penguatan infastruktur.

Utamakan hak-hak warga lokal, moratorium perijinan baru, tuntaskan persoalan agraria dan pengesahan RUU masyarakat adat.

“Perlu diketahui Kalimantan butuh keadilan bukan program transmigrasi,” pungkasnya. (ujg/ery-sb)

Check Also

Penanganan Limbah B3, Pembangunan IPAL RSUD Kapuas Segera Terwujud

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Proses pembangunan Istalasi Pembuangaan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. Sumarno Sosroadmojo …