Lagi, Korban Dugaan Pencabulan HU Lapor Polisi

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com –¬†Korban dugaan pencabulan anak dibawah umur kembali lapor Polisi berinisial NPW (16).

Kasus ini menambah daftar panjang korban Ketua Kelompok Seni Tari Kuda Lumping itu.

Kapolres Kapuas, AKBP Tejo Yuantoro SIK melalui Kasatreskrim AKP Budi Martono membenarkannya.

Dikatakan, pelaku saat itu mendatangi korban ke kamar kostnya hari Sabtu sekitar pukul 9.00 Wib bulan Oktober 2018.

Korban warga Mantangai ini tinggal di Kost Dibilangan Jalan Pemuda Wisma Kecik (sebelah pencucian Mobil Amelia) Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat.

Korban pun menerima pelaku yang ketika itu memberikan uang hasil pertunjukan Kuda Lumping.

“Nah begitu pelaku masuk kedalam kamar kost itulah tiba-tiba pelaku menyetubuhi korban,” kata Kapolres Minggu (17/2/2019).

Atas kejadian itu, korban pun menceritakannya kepada ibunya.

Dari pengakuan korban kepada ibunya dirinya melakukan hubungan badan dengan pelaku layaknya suami istri.

Merasa keberatan anaknya diperlakukan seperti itu, ibu korban Musmira (43) melaporkan kejadiannya ke Polres Kapuas tanggal 16 Februari 2019.

Kapolres menambahkan, selain telah mengamankan pelaku pihaknya juga mendatangi TKP dan memintai keterangan saksi-saksi.

“Pelaku dijerat tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 Ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016.

Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, HU alias Gepeng (55) Ketua kelompok Seni Tari Kuda Lumping warga Desa Tambun Raya RT. 03 Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, diduga mencabuli anak didiknya berinisial IK (16) dan SC (16). (ujg/ery-sb)

Check Also

WKRI Cabang Sanggau Gelar Berbagai Perlombaan, Meriahkan HUT RI ke-74

SANGGAU, suaraborneo.com – Wantia Katolik Republik Indonesia cabang sanggau bersama anggota ranting paroki Bunut keuskupan …