Dikelola PDAM, Retribusi Sampah Perlu Dikaji Ulang

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Retribusi sampah dikelola pihak PDAM Kapuas perlu dikaji ulang.

Pasalnya, sejauh ini dinilai tidak signifikan terkait pengelolaan sampah mendongkrak biaya operasional.

“Perlu dikaji ulang retribusi sampah itu karena tertera di rekening PDAM hanya Rp.2.000,-. Idealnya dinaikan menjadi Rp.1.0000,-.

Kalau tetap seperti semula lebih baik dinolkan atau dihapuskan. Jadi polanya diserahkan kepada masyarakat membayar retribusi sampah itu,”kata Kepala Bidang Pertamanan Dan Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Kapuas, Ahmad Isnaeni Rabu (20/2/2019).

Dikatakan, biaya operasional, dan pemeliharaan angkutan sampah 24 ton setiap harinya.

“Berdasar data ada tiga item cukup besar terkait biaya operasional. Pertama biaya pengangkutan Rp.100.000,- Controlled Landfill Rp.60 juta, dan pengomposan Rp.300.000,- juta,” jelasnya.

Dikatakan pula, selain biaya operasional juga kendala sarana, kurangnya sarana kendaraan angkutan sampah meski petugas kebersihan rutin bekerja sejak dinihari hingga siang hari.

“Jika dibandingkan daerah lain Kapuas masih minim sarana terkait pengelolaan sampah,” tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, kaji ulang perlu rapat koordinasi namun disertai solusi seperti adanya SK Bupati, sosialisasi serta pemungutan.

Upaya lain, menjadi perhatian pihak DPUPRPKP masyarakat harus membangun kesadaran membuang sampah tepat waktu.

Kemudian, mengelola sampah dilingkungan masing-masing dan penambahan anggaran pengelolaan sampah dana APBD.

Ditambahkan, kedepan pihaknya berencana membangun tempat pembuangan sampah di belakang Taman Raja Bunu Jalan Seroja.

“Disitu ada tanah kosong milik Pemkab Kapuas nanti lokasi dibangun pembuangan sampah skala besar.

“Tempatnya satu titik untuk mempermudah masyarakat membuang sampah dan petugas kebersihan mengambilnya,”ujarnya. (ujg/ery-sb)

Check Also

Dua ASN HSS Dapat Motor Yamaha Aerox dari Bank Kalsel

KANDANGAN, SuaraBorneo – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Lutfiah Zuraida …