Enam Pembunuh Fadli Rahman Terancam 15 Tahun Penjara

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Enam pelaku pembunuh Fadli Rahman (23) dikenai pasal 351 ayat 3 KUHP dan atau pasal 170 ayat 2 penganiayaan dan pengeroyokan.

“Ancamannya 15 tahun penjara,” kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kasat Reskrim AKP Budi Martono, SIK didampingi Kapolsek Selat AKP Johari Fitri Casdy ketika menggelar press release di Mapolsek Selat Minggu (24/2/2019).

Kasat Reskrim mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan ini menyusul penemuan mayat mengapung Rabu (20/2) di DAS Kapuas Sungai Tamban Selatan Kecamatan Kapuas.

Atas penemuan mayat diketahui Fadli Rahman itu pihaknya terus melakukan penyelidikan.

“Hasil otopsi dan visum pihak Rumah Sakit dr. Doris Slyvanus Palangkaraya korban adalah korban pembunuhan.

“Terdapat luka tusukan di perut bagian muka dan belakang pinggang dan belakang kepala korban,” katanya.

Dikatakan, kejadiannya berawal kala korban mengantar pacarnya pulang ke Jalan Mahakam Gang V Senin dinihari (18/2).

Sesampainya, di rumah pacarnya, enam pelaku sudah menunggu disana. Mereka pun lalu pesta miras merk Topi Miring dan Ciu.

“Motifnya spontanitas diduga dibawah pengaruh miras, korban lantas berkata sudah taguh kah ikam (sudah kebal kah kamu),” jelasnya.

Nah, disitulah terjadi perkelahian duel satu lawan satu antara korban dengan salah satu pelaku.

Korban, saat itu mamakai keris milik salah satu pelaku sedangkan lawanya memakai badik. Melihat pelaku terdesak pelaku lainnya lalu ikut menyerang hingga korban dihabisi.

“Dalam keadaan korban tewas para pelaku membuang mayatnya ke DAS Kapuas Jembatan Pulau Petak.

“Sepeda motor milik korban dibuang ke bawah Jembatan Barasau Kecamatan Kapuas Hilir,” katanya lagi.

Lebih jauh dikatakan, selain enam pelaku HS (22), MH (19), LPH (26), MN (18), FS (23) serta FT (23) polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik korban KH 5249 BT serta senjata tajam keris dan pisau.

“Dari enam pelaku pembunuh tiga diantaranya di dor. Diketahui otak pelaku utamanya Putera ditangkap di Kabupaten Tabalong (Tanjung), Kalsel,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jasad Fadli Rahman ditemukan tim gabungan dalam kondisi tewas mengapung sekitar pukul 15.00 Wib Rabu (20/2).

Kepolisian pun terus mengembangkan penyelidikan mengungkap kasusnya. Dalam hitungan hari berhasil menangkap satu persatu pelaku di tempat berbeda.

Orang tua korban, H. Marto didampingi istrinya Hj. Sita mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian cepat menangkap para pelaku.

“Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Bahkan kalau perlu dihukum mati,”pinta orang tua korban. (ujg/ery-sb)

Check Also

BI dan RS TNI Gelar Pengobatan Gratis Untuk Warga Kampung Mendawai

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng kembali mengadakan, pengobatan gratis …