Deklarasi Pembentukan Kabupaten Sangkulirang Di Tandai Dengan Penandatanganan SOP

(Bupati Kutai Timur Ismunandar didampingi sekda Kutim Irawansyah menyaksikan penandatanganan SOP deklarasi pembentukan Kabupaten Kutai Timur, tampak tokoh yang dituakan dan mantan Camat Sangkulirang era 60-an dalam sambutanya sangat mendukung otonom Sangkulirang untuk menjadi kabupaten.FOTO : Aji)

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Rencana pembentukan deklarasi Kabupaten Kutai Timur, sudah bergulir sejak lama. Tak mau terlalu berlarut-larut maka salah satu tokoh punggawa serta mantan Camat Sangkulirang era priode tahun 60-an H Rusli bersama para tokoh warga termasuk warga sekitar, para kepala desa, para camat termasuk Badan Pemerintahan Desa (BPD) langsung berkoordinasi dengan melibatkan pakar akademisi.

“Setelah melakukan berbagai koordinasi diberbagai lintas tokoh dan warga lantas hal ini juga turut dikomunikasikan kepada Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar, bak gayung bersambut ternyata pak bupati sangat mendukung untuk segera dilakukan deklarasi Pembentukan Kabupaten Kutai Timur,” terang Rusli.

Rusli kembali menegaskan penjabaran otonomi daerah berdasarkan 3 persyaratan yang harus dipenuhi oleh Kabupaten Kutim melalui tiga tekhnis syarat tersebut yaitu Pendidikan Zone – syarat dalam pembentukan Daerah Otonom, yaitu pemerataan, keadilan, potensi, daerah.

Dalam pembentukan suatu daerah otonom, antara lain, mencakup nama daerah, cakupan wilayah, batas, ibu kota, kewenangan menyelenggarakan urusan pemerintahan, penunjukan penjabat kepala daerah, pengisian keanggotaan DPRD, pengalihan kepegawaian, pendanaan, peralatan, serta perangkat daerah. Lantas tiga syarat pembentukan kabupaten juga meliputi kelengkapan administratif ada persetujuan DPRD Kabupaten/Kota dan bupati/wali kota yang akan menjadi cakupan wilayah provinsi, persetujuan DPRD Provinsi induk dan gubernur, serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri.

Untuk daerah kabupaten/kota harus ada persetujuan Kabupaten/Kota dan Bupati/Wali kota yang bersangkutan, persetujuan DPRD Provinsi dan gubernur, serta rekomendasi Menteri Dalam Negeri. “ Adanya syarat secara tekhnis meliputi faktor yang mendukung pembentukan daerah otonom, mencakup faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah dan syarat fisik meliputi paling sedikit 5 kabupaten/kota untuk pembentukan daerah provinsi dan paling sedikit 5 kecamatan untuk pembentukan daerah Kabupaten, serta paling sedikit 4 kecamatan untuk pembentukan daerah kota, lokasi calon ibu kota, sarana, dan prasarana pemerintahan,” beber Rusli.

Ditambahkan olehnya bahwa daerah otonom yang sudah terbentuk dapat dihapus atau digabung dengan daerah lain jika daerah yang bersangkutan tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah.

Memurut Rusli dsri segi persyaratan tersebut sudah dimiliki oleh Sangkulirang baik dari sisi luas wilayah, tertib administratif, terkait sektor kekayaan hasil alamnya.”Semua Sangkulirang miliki kekayaan berupa hasil produksi perkebunan sawit, batu bara bahkan juga tambang besi, belum lagi aset wisatanya,” jelasnya.

Dalam memindaklanjuti pembentukan deklarasi maka Kamis (28/02) 2019 berlangsung di aula gedung pertemuan Habibi, Bupati Ismunandar bersama Sekda Drs H Irawansyah, M.Si langsung menyakiskan perhelatan deklarasi pembentukan kabuoaten Sangkulirang.

Saat diwawancarai media Bupati Ismunandar membenarkan adanya dorongan terbentuknya deklarasi Kabupaten Sangkulirang. “ Saya dalam hal ini berdiri atas Ketua Kerukunan Warga Sangkulirang dan selaku Bupati Kutai Timur sangat mendukung dan jauh dari kepentingan pribadi. Walau demikian deklarasi tentunya perlu persetujuan bupati,” ungkap orang nomor satu di Pemkab Kutim.

Mengapa perlu dilakukan otonom di daerah khususnya di Kabupaten Sangkulirang tentunya ia memandang dari beberapa aspek luasanya wilayah Kutim yang sama seperti Jawa Barat dan terbilang luas tidak akan mungkin mampu dalam membawahi dan bertumpu pada satu Kabupaten saja yaitu Kutai Timur. “ Untuk kekayaan sektor hasil alamnya dalam hal ini Pemkab memiliki royalti pada pertambangan batu bara, perkebunan dan hasil hutannya serta keindahan pesona alamnya yang dapat dijadikan PAD nantinya jika dapat berjalan.

Kembali Rusli mengatakan melalui keterangan persnya secara pribadi mewakili warga Sangkulirang serta beberapa kecamatan dan desa yang masuk dibawah naungan Kabupaten Sangkulirang nantinya sangat bersyukur memiliki putra daerah terbaik. “ Kita patut berbangga pemimpin baik ditingkat Provinsi Kaltim merupakan putra asli kelahiran Sangkulirang Isran Noor, Bupati Kutim Ismunandar juga asli Sangkulirang termasuk Sekda Kutim Irawansyah juga asal putra Sangkulirang kesemuanya turut berperan aktif dalam memajukan segenap wilayah di Kabupaten Kutim,” urainya.

Tokoh yang dituakan di Sangkulirang tersebut menegaskan berkomitmen bersama-sama akan membesarkan dan memajukan Sangkulirang. “ Sangkulirang sebenarnya ke deoan dapat lebih maju dari Kutim, semuanya serba ada dan memenuhi kelaikan persyaratannya.Jadi saya juga mengimbau kepada warga Sangkulirang daoat tertib administrasi baik dalam beragam perijinan, tertib lalu lintas dan harus mampu membangun perilaku, moral, etika, hormat menghormati, kesantunan jika Kabupatennya mau dikatakan sukses,” tutur Rusli. (aji/ra-sb)

Check Also

Mulawarman Peduli, Jelang HUT RI ke-74 Koramil 0909-02/S Bina Generasi Penerus Bangsa

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Serma Kamsun bersama Sertu Bahriansyah, Bintara Pembina Desa atau lebih dikenal …