Pemprov Aceh Belajar Manajemen Pengelolaan Kota Sehat di Banjarbaru

SuaraBorneo.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Aceh
Belajar Kota Sehat Ke Pemko Banjarbaru
Pemerintah Provinsi Aceh selama 4 hari (dari Selasa 26/2) menikmati sejuknya Kota Idaman Banjarbaru dalam rangka pembelajaran mengelola Kota Sehat.

Rombongan yang terdiri dari 11 orang dari berbagai Dinas / Instansi ini menyimak betul kegiatan yang telah dilakukan masyarakat Banjarbaru hingga mendapatkan Apresiasi Pemerintah Pusat yakni Penghargaan Swasti Saba sebanyak 6 kali sejak tahun 2005.

Rombongan sangat mengagumi kesungguhan masyarakat Kota Banjarbaru dalam mengelola Tatanan yang diwajibkan dalam penilaian sebuah kota sehat.

Tim Pemerintah Provinsi Aceh bertujuan untuk mempelajari kiat dan upaya Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memberdayakan masyarakatnya untuk ikut serta dalam pembangunan sehingga Banjarbaru mampu meraih prestasi Nasional sebagai Kota Sehat.

Selain memaparkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kota ,pemerintah Kota Banjarbaru melalui Pokjanal Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, dan Pokja Kelurahan Sehat mengajak tim tamu melihat dari dekat tatanan yang telah dilaksanakan di kota Banjarbaru.

Salah satunya adalah Tatanan Pemukiman,Sarana dan sarana sehat. Dengan diantar langsung oleh Camat Banjarbaru Selatan, Lurah Guntung Paikat, Lurah Kemuning dan Lurah Loktabat Selatan rombongan melihat langsung sungai Kemuning yang membelah kota Banjarbaru. Mulai Kampung Pelangi hingga menara Pandang dan singgah ke Kampung Pejabat untuk mencicipi Jamu olahan warga, Kamis (28/2).

dr. Hj.Diah Ratih Susiarini, MM – Sekretaris Pokjanal Kota Sehat ketika ditanya SuaraBorneo.com, bahwa tujuan rombongan pemerintah Provinsi Aceh untuk belajar manajemen pengelolaan Kota Sehat di Banjarbaru. Banjarbaru sendiri sejak 2005 hingga sekarang sdh 6 kali mendapat apresiasi oleh Pemerintah Pusat sebagai Kota Sehat dengan penghargaan Swasti Saba Wistara.

Penghargaan tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat. Banjarbaru melaksanakan 7 tatanan dari sembilan tatanan yang menjadi indikator penilaian Kota Sehat,yaitu Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana umum , Tatanan sarana lalu lintas yang tertib dan Pelayanan Transportasi , Tatanan Industri dan Perkantoran sehat, Tatanan Pariwisata sehat, Tatanan Pangan dan Gizi , Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan tatanan Kehidupan sosial Yang sehat.

Sedangkan Tatanan Pertambangan sehat, Tatanan Hutan sehat kita tidak ikuti karena Banjarbaru memang tidak memiliki areal hutan dan tambang. Ketujuh tatanan tersebut dilaksanakan dengan baik oleh SKPD beserta masyarakat dan menjadi hasil pembangunan Pemko Banjarbaru.

Contohnya Sungai kemuning ini, yang dulunya kumuh lalu kita bersama menggelorakan Cinta Sungai Cinta Kota Banjarbaru, bergotong royong bersama sesuai porsi masing-masing sampai tercipta lingkungan yang bersih dan tertata apik, serta layak dihuni oleh masyarakat bantaran sungai. Ayo lekatkan selalu dihati, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam kehidupan kita agar Banjarbaru selalu Bersih, Hijau dan Sehat, pungkasnya.
(hrs-bjb)

Check Also

Penanganan Limbah B3, Pembangunan IPAL RSUD Kapuas Segera Terwujud

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Proses pembangunan Istalasi Pembuangaan Air Limbah (IPAL) RSUD Dr. Sumarno Sosroadmojo …