Sarang Burung Walet Diminta DPRD Supaya Jadi Program Pasca Tambang

 

Uce Prasetyo

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Mendekati akhir masa kejayaan sektor ekonomi pertambangan, Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) mengusulkan ide program pasca tambang.
Mengingat selama ini sekira 70 persen warga Kutim masih bergantung pada pertambangan.

Anggota DPRD Kutim Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Uce Prasetyo mengatakan, perlu dibuat suatu regulasi untuk mendorong buruh, pegawai pemerintah maupun swasta, yang memiliki penghasilan di atas Rp 10 juta untuk menabung dalam rangka investasi, kurun waktu 2-3 tahun. Yakni, melalui media sektor sarang burung walet di seluruh wilayah Kutim.

“Seandainya tambang habis pada lima tahun ke depan, semua sudah memiliki penghasilan baru dari walet” ujar Uce.

Menurut Sekretaris Komisi D DPRD Kutim itu, banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari berinvestasi di sektor walet. Bahkan, lahan yang diperlukan tidak luas, biaya perawatan minim, hingga penghasilan yang cukup menggiurkan jika telah berhasil.

Pada tahap awal ini, dewan maupun pemerintah tidak akan “menyuapi”. Namun, masyarakat secara natural dengan pendanaan sendiri, semangat, inisisatif serta merasa suatu kebutuhan mayoritas akan berhasil. Namun sebaliknya, jika melalui proses “menyuap” tanpa kemandirian kemungkinan berhasil sangat kecil. Jika nantinya dengan kemandirian berhasil, maka pemerintah maupun dewan akan mengimbangi dengan program lain. (cik-sb)

Check Also

Prestasi Diraih 100 Hari Kerja Direktur Utama Bank Kalsel

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sejak dilantik secara definitif Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Jum’at 4 Januari …