Peran Penting Ibu di Era Globalisasi, Menentukan Sikap dan Pola Pikir Sang Anak

Seskab Kutim Irawansyah, Saat Membuka Seminar Program Parenting, Rabu (6/3/2019). (Ist)

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Mengusung tema “Mengelola Emosi Anak Diera Digital”, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kutim mengelar Program Parenting.

Bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Farida Wulandari, dari Bogor, sebagai pemateri, dengan paparan bagaimana cara mengelola emosi anak sejak usia dini.

Sekretaris Kabupaten Kutim H. Irawansyah yang mewakili Bupati Kutim Ir. Ismunandar dalam membuka acara tersebut mengatakan, jika seminar seperti ini sangatlah penting bagi para orang tua, terkhusus untuk para ibu, mengingat saat ini kita sedang berada ditengah tantangan terbuka era globalisasi.

Selanjutnya Irawansyah menambahkan, jika situasi saat ini sudah memasuki tarap memprihatinkan. Memasuki era digital, terlihat banyak anak telah menggunakan fasilitas telepon genggam canggih tanpa adanya pengawasan yang tepat dari orang tua. Tentu saja hal itu dapat berakibat fatal. Irawansyah menilai, hal seperti itu akhirnya dapat akan memicu kasus penyalahgunaan terhadap fasilitas tersebut, serta bisa membawa dampak buruk pada perkembangan moral dan mental si anak.

Persoalan inilah yang harus menjadi perhatian serta tantangan bagi orang tua, agar bisa mengarahkan sang anak supaya dapat memanfaat teknologi dengan baik.

“Tugas ibu-ibu cukup berat, baik sebagai istri, sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pendidik anak-anaknya. Oleh sebab itu, harus dibekali dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Foto Istimewa

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau menuturkan, bahwa saat ini dibutuhkan kerjasama baik antara suami dan istri dalam membimbing anak. Karena menurutnya, tempat belajar awal seorang anak ialah lingkungan keluarga. Suasana sikap dan prilaku orang tua dirumah biasanya akan menjadi kunci utama dalam menentukan sikap dan prilaku sang anak. Peran seorang ibu sangatlah menentukan sikap dan pola pikir anak kedepan.

“Kegiatan ini merupakan pendidikan dasar buat para ibu rumah tangga dalam mendidik anak, khususnya untuk ibu yang bekerja sabagai karyawan. Sebisa mungkin jadikanlah rumah sebagai surga buat keluarga dan juga anak-anak. Tunjukanlah jika kita semua menyayangi mereka. Sebisa mungkin antarkanlah mereka kesekolah, karena ketika mengantarkan anak ke sekolah, orang pertama yang menjadi perhatian adalah orang tuanya. Tentu saja hal itu menjadi spirit tersendiri bagi mereka,” terang Roma dihadapan ratusan peserta yang semuanya adalah ibu-ibu. (ra-sb)

Check Also

Aset Lebih Rp 13 Triliun, Bank Kalsel Tawarkan Saham Perdananya Untuk Umum Tahun 2020

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Bank Kalsel merupakan milik pemerintah provinsi Kalimantan, selalu berkomitmen membangun dan kemajuan …

error: Off