Perlunya Membatasi Penggunaan Gadget Kepada Kalangan Anak Usia Dini, Agar Tidak Memberikan Kesan Negatif Pada Pendidikannya

Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Pemkab Kutim Suko. (Ist)

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kian meningkatkan berbagai sarana di berbagai sektor yang meliputi air bersih, listrik, pendidikan, dan kesehatan.

Pada sektor pendidikan di Kutim kian mengalami kemajuan dan perkembangan yang signifikan ditengah banyaknya tantangan. Terlebih diera modern dan globalisasi pendidikan kian melesat berbasis teknologi informasi yang terus mengalami perkembangan yang sangat baik.

Kemajuan dibidang pendidikan diakui oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Suko Buono saat diwawancarai jurnalis Suara Borneo Kutim belum lama ini disela-sela Konferensi Kabupaten III IGTKI-PGRI Kutim dan Seminar Pendidikan, Sabtu (2/3/2019) diruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Perkantoran Pemkab Kutim.

“ Perubahan kemajuan sangat dirasakan dan terlihat ketimbang dulu, apalagi tantangan dibidang pendidikan yang dihadapi terasa berat juga, dikarenakan kemajuan tekhnologi tadi adanya media gadget, sehingga baik orang tua dan anak tidak memiliki waktu dalam menjalin komunikasi,” Suko -ramah disapa- yang turut mewakili Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar MT yang berhalangan hadir dikarenakan tugas kunjungan kerja diluar daerah.

Menurut Suko sarana gadgdet sebenarnya dapat membantu dalam informasi pendidikan tergantung dari penggunanya, namun lebih banyak ke negatif-nya. “Karena yang diserap dalam media gadget anak sangat minim menyerap pendidikan belum lagi waktu luang komunikasi tidak berjalan dengan baik khususnya bagi para orang tua,” jelas Suko.
Suko meminta kepada para orang tua dapat bersama-sama mengawasi serta mendampingi anak saat menggunakan gadget. “Melalui bimbingan para orang tua paling tidak dapat mengupdate konten yang mendidik (positif) sehingga proses belajarnya tidak tersita menyebabkan penurunan prestasi akibat dampak negatif yang ditimbulkan dari gadget,” jelasnya.

Tugas para guru tentunya tidaklah ringan terutama dalam menyadarkan dan menekankan kepada masing-masing muridnya dalam pemanfaatan penggunaan media sosial dan informasi seperti gadget. “Arahkan para anak-anak yang terbilang usia pelajar dini dapat mengupdate seputar informasi yang benar-benar mendidik,” ulas Suko. “ Saya mengajak para orang tua dan guru dapat menjadikan “Motorik sebagai modal sepanjang masa, baik dikalangan anak usia dini yang terbilang pelajar TK/PAUD,” ujar Suko.

Suko mewakili Pemkab Kutim turut mengucapkan rasa terima kasih juga kebanggaan terlbih kepada orang tua yang telah menghidiri program ini. “ kepada ibu-ibu serta Mudah-mudahan amanat apa yang saya sampakan dapat terlaksana dengan baik,” harapnya. dapat melaksanakan apa yang menjadi satu satu system, yang sudah diprogramkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Peranan IGKTI-PGRI sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. pendidikan merupakan hal yang diprioritaskan, dalam kaitan kebijakan yang diambil oleh Pemkab Kutim.

Hal itu tentunya tidak bisa langsung dilaksanakan tanpa kerjasama yang baik, dari para ibu dan bapak guru, termasuk guru – guru PAUD dan TK.

Selanjutnya guna peningkatan kualitas sarana pendidikan, Suko mengimbau guru-guru agar sering berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa. Karena, ada pengelolaan anggaran yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan. (aji/ra-sb)

Check Also

Pererat Silaturahmi, Bank Kalsel Syariah Gathering Dengan Mitra Lembaga Pendidikan

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Bank Kalsel Kantor Cabang Syariah Banjarmasin melaksanakan “Gathering” dengan mitra lembaga pendidikan …

error: Off