Tekankan Netralitas – Gubernur Kaltim Gelar Rakorforkopimda, Himbau Pemerintah Daerah Bersinergi Dengan TNI-Polri

Pembukaan Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorforkopimda) di Pendopo Lamin Etam.

SuaraBorneo.com, SAMARINDA – Pemprov Kaltim bekerja sama dengan Kesbangpol Kaltim gelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorforkopimda) di Pendopo Lamin Etam. Rabu, (6/3/2019).

Dengan mengusung tema Membangun Kondusifitas, sebanyak 255 peserta yang terdiri dari unsur pejabat tinggi Kabupaten/Kota seperti Bupati dan Wali Kota, Sekretaris Kabupaten, hingga Camat se-Kaltim turut hadir dalam perhelatan tersebut.

Nampak diantara peserta, turut hadir pula Bupati Kutai Timur Ismunandar didampingi Seskab Irawansyah, Kepala Badan Kesbangpol Abdul Kader dan beberapa staf lainnya. Selain itu, dalam rakor yang di moderatori oleh Kepala Kesbangpol Kaltim ini, nampak pula didalam barisan peserta Pangdam VI Mulawarman, Wakapolda Kaltim, Ketua DPRD Kaltim, Kejati Kaltim.

Menghadiri Rakorforkopimda Bupati Kutai Timur Ismunandar didampingi Seskab Irawansyah, Kepala Badan Kesbangpol Abdul Kader dan beberapa staf lainnya.

Kegiatan Rakor langsung dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Dalam arahan singkatnya, Isran menjelaskan dari Data KPU, Kaltim masuk dalam salah satu zona hijau. Artinya dalam pemetaan masih termasuk aman melihat situasi politik dan keamanan. Contohnya saja pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kaltim berlangsung aman dan damai.

“Provinsi Kaltim yang paling aman. Untuk itu saya mengimbau kepada jajaran pemangku kebijakan mulai dari Lurah, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga Bupati dan Wali Kota di kabupaten/kota menyukseskan Pileg dan Pilpres. Untuk menghasilkan demokrasi nasional. Semua harus rukun menciptakan iklim politik sehat. Para ASN hingga TNI dan Polri juga saya imbau tetap junjung sikap netral, tidak boleh berpihak ataupun mendukung salah satu capres,” tegasnya.

Mantan Bupati Kutim ini juga menambahkan Rakor juga ditujukan agar pemerintah dapat berjalan sinergi bersama TNI dan Polri mengantisipasi kerawanan jalannya tahun politik saat ini. Pasalnya, Pileg dan Pilpres pada 17 April mendatang akan menjadi momen yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia.

“Jika ada yang mencurigakan langsung komunikasikan untuk menyelesaikan masalah. Fokusnya menjaga kestabilan keamanan, karena Kaltim terdiri dari berbagai macam etnis. Jika ada yang golput, itu hak pilihan individu masing-masing orang,” jelas Isran.

(ra-sb).

Check Also

5 Lahan Sawit di Mempawah, Kuburaya, Ketapang dan Landak di Segel Polda Kalbar

PONTIANAK, suaraborneo.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH …