Serius Tingkatkan Swasembada Pangan, Pemkab Kutim Tanam Jagung Dilahan Seluas 200 Hektar

Nampak Bupati dan Wakil Bupati bersama Camat Long Mesangat didampingi Kepala Desa Tanah Abang foto bersama masyarakat sebelum lakukan penanaman bibit

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Tingkatkan Swasembada pangan. Ya… keseriusan itulah nampaknya yang gencar dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

Tak mau ketinggalan dalam mendorong program Pemerintah pusat ini didaerah, Pemkab Kutim turut andil dalam penuhan capaian kebutuhan tersebut dengan cara lakukan pemenuhan kebutuhan melalui tanaman jagung.

Tak tanggung-tanggung, keseriusan tersebut dibuktikan Bupati Ir H Ismunandar MT bersama Wakil Bupati H Kasmidi Bulang ST MM dengan cara turun langsung kelapangan lakukan penanaman benih jagung serempak di Desa Tanah Abang, Kecamatan Long Mesangat, Rabu (6/3/2019) kemarin.

Nampak menggunakan mesin tanam modern, keduanya mencoba langsung proses penanaman benih bibit jagung dengan kwalitas unggul dilahan seluas 200 hektar, bersama masyarakat setempat.

Bupati dan Wakil Bupati saat mencoba lakukan penanaman bibit jagung di Desa Tanah Abang, Kecamatan Long Mesangat

Dalam prosesi tersebut, Camat Long Mesangat Emanuel Eng, berharap dengan langkah pemerintah ini diharapkan nantinya akan terbentang hamparan hasil jagung dengan kwalitas baik dilahan milik masyarakat.

“Program swasembada pangan di Kecamatan Long Mesangat diawali dengan pembukaan lahan dan penanaman jagung bibit unggul, menggunakan alat pertanian modern. Ini adalah upaya pemerintah dalam memajukan desa serta menciptakan lapangan pekerjaan yang berujung pada perbaikan ekonomi masyarakat,” ujar Emanuel Eng.

Senada dengan Camat Emanuel, Kepala Desa Tanah Abang Fatur Rahman mengatakan, jika hasil jagung dari pembukaan lahan ini diharap nantinya tak hanya dapat menjadi pemenuh kebutuhan masyarakat setempat saja, akan tetapi kedepan juga dapat menjadi pemasok kebutuhan untuk daerah lain. Tentunya dengan didukung dengan fasilitas saran dan prasarana lainnya.

“Sampai saat ini, kami belum ada pembangunan irigasi desa. Jadi, petani harus menyediakan pompa dengan bahan bakar untuk memasok air ke lahan pertanian. Hal ini berdampak pada pengeluaran tambahan bagi petani,” ujar Fatur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ismunandar berjanji segera akan mencari solusinya. Kemungkinan terdekat ialah dengan melakukan pengadaan pompa dan pembangunan irigasi pertanian.

“Tapi kita lakukan bertahap. Sambil menunggu irigasi terbangun, mungkin kita adakan pompa terlebih dulu,” ujar Ismunandar. (*/ra-sb)

Check Also

Revitalisasi Pasar Rakyat di Kecamatan Kongebeng Kutim

KUTIM, SuaraBorneo.com – Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi Di desa Marga Mulia Sp 4 …

error: Off