Dapatkan Intimidasi Berupa Ancaman, Ketua Bawaslu Laporkan Oknum Simpatisan Caleg Kepolisi

Ketua Bawaslu Kutim saat berada di Ruang Penyidik Unit Reskrim Polres Kutim, Selasa (12/3/2019).

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Hingar bingar pesta demokrasi memasuki masa pileg dan pilpres 2019, di Sangatta Kabupaten Kutai Timur ditandai dengan bertebarannya algaka dimana-mana.

Ditengah berlangsungnya nuansa pesta demokrasi, pastilah akan meninggalkan sederet dinamika. Pro dan kontra dalam bentuk dukungan pun terjadi, seperti dialami pihak Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu) Kutim. Terkait pemberlakuan aturan penertiban algaka, belum lama ini Bawaslu Kutim telah mendapat tindakan kurang menyenangkan dalam bentuk intimidasi berupa ancaman dari salah seorang oknum simpatisan tim sukses salah satu caleg dari parpol ternama.

Atas tindakan intimidasi tersebut, maka Ketua Bawaslu Andi M. langsung menyatakan keberatan dirinya dengan cara melaporkan tindakan oknum tersebut kepada pihak berwajib, dalam hal Polres Kutim. Selasa (12/03/2019).

Usai mendatangi pihak berwajib guna menindak lanjuti intimidasi yang dialami oleh pihaknya, Andi langsung melalukan konfrensi pers dengan beberapa awak media di Kutim, yang mana ia menegaskan telah mendatangi jajaran Unit Reskrim Polres Kutim guna berkoordinasi serta untuk membuat laporan atas ulah oknum simpatisan tersebut.

“Sebenarnya kami hanya menjalankan tugas seperti biasa terkait penertiban algaka, bahkan kami melakukan pendekatan secara persuasif dahulu sebelum lakukan penindakan, namun si Oknum malah mengancam akan menimpas (melukai dengan senjata tajam) anggota saya,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Kutim Andi Mappasiling, saat memberikan keterangan pers-nya kepada awak media.

Andi mengungkapkan teror ancaman tersebut tidak hanya kali ini saja terjadi dan dilakukan oleh si oknum. “Tentunya hal ini sangat berdampak pada kinerja dalam penegakan aturan yang dijalankan Bawaslu. Dalam menegakan berbagai aturan, kami dilindungi dan hanya berlindung pada Undang-undang,” ucap pria berkaca mata itu.

Terkait perlakuan yang dialami, sejauh ini Andi hanya bisa berlindung dibalik hukum. Langkah ini diambil oleh pihaknya, sebagai bentuk penolakan terhadap tindak intimidasi dan juga sebagai bentuk pembelanjaran kepada pihak terkait agar tidak semena-mena dalam melakukan tindakan melawan hukum.

“Saya berserta jajaran menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangan dan ketentuan. Atas perlakuan yang kami terima, tentu sangatlah menciderai sistem demokrasi,” Bebernya.

Lebih jauh Ketua Bawaslu menyatakan,
telah menyerahkan sepenuhnya terkait proses hukum kepada pihak Kepolisian. (aji/ra-sb)

Check Also

Revitalisasi Pasar Rakyat di Kecamatan Kongebeng Kutim

KUTIM, SuaraBorneo.com – Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi Di desa Marga Mulia Sp 4 …

error: Off