Limbah B3 RSUD Kapuas Berserakan, Ancam Kesehatan Warga

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Limbah medis alat-alat kesehatan tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) tampak berserakan di tempat pembuangan sampah RSUD Kapuas.

Dikhawatirkan limbah medis ini dapat membahayakan bahkan mengancam kesehatan warga.

Bongkahan botol berisi darah, jarum suntik, plastik labu infus dan plastik labu darah diduga bekas operasi terbungkus kantongan plastik berserakan dan menumpuk terbungkus kantongan plastik di area pembakaran belakang rumah sakit sekitar instalasi kamar jenazah.

Tidak ada satupun petugas rumah sakit yang melakukan pembersihan terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun itu.

Plt Direktur RSUD Dr. Sumarno Sosroadmojo Kapuas dr. Agus Waluyo melalui Kepala Instalasi Perawatan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) Widi Pujadi mengatakan, limbah sesuai user telah dipilah-pilah. Untuk plastik kuning limbah medis dan hitam non medis.

Hanya saja kendalanya, selain petugas hanya satu orang dan kapasitas pembakaran (incenerator) kecil sehingga terkadang dalam beberapa hari menumpuk.

Limbah medis berasal dari rumah sakit perhari 50 – 75 kg sedangkan pembakaran hanya mampu menampung 25 kg.

“Pembakaran dengan suhu 1000 derajat celsius dilakukan malam hari karena kalau siang hari sangat berbahaya mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Terkait limbah medis lanjutnya, pihak rumah sakit tetap melakukan pengawasan ketat bahkan setiap saat dicek oleh petugas cleaning service.

Penanganan limbah B3 dibawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) namun kini tidak berjalan. (ujg/ery-SB)

Check Also

40 Anggota DPRD Kapuas Terpilih Resmi Dilantik

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – 40 anggota DPRD Kabupaten Kapuas terpilih hasil Pemilu Pileg periode 2019-2024 …