Lebih Dekat dengan Suroto, Sekwan Sukses Meniti Karier di Kutim, Rahasianya Taat Administrasi

Sekwan Kutim Suroto

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Lelaki ini sudah terbiasa berurusan dengan keuangan dan administrasi sepanjang karirnya di pemerintahan. Dia berprinsip, tertib administrasi dan keuangan adalah kunci sukses aman dari korupsi.

Ya, dia adalah Suroto, Sekretaris DPRD (Sekwan) Kutim, lelaki kelahiran Pacitan, Jawa Timur. Pada 1984 dia menginjakkan kakinya di Kalimantan Timur tepatnya di Tenggarong, Kukar, yang pada saat itu masih bernama Kabupaten Kutai.

Setahun kemudian, dia melamar menjadi tenaga honor di pemkab Kutai, sehingga pada 1985 jalannya dimuluskan Tuhan sehingga diangkat menjadi PNS dengan pangkat golongan II-A.

Seiring berjalan waktu, enam tahun berlalu, dia memutuskan untuk berkuliah di Universitas Kutai Kartanegara, fakultas ekonomi, jurusan manajemen, hingga lulus pada 1988. Lantas pangkatnya naik menjadi II-B. Hingga enam tahun kemudian naik lagi dia menjadi golongan II-C.

Suroto menceritakan, memerlukan waktu hingga dua tahun lagi baginya untuk naik pangkat menjadi golongan III-A, sekaligus dilantik menjadi kepala sub bagian pembukuan, di bagian keuangan Setkab Kutai, pada 1997. Selama dua tahun, kemudian dia dimutasi ke Dinas Perhubungan Kutai, sebagai kepala sub bagian keuangan.

Ketika pemekaran Kabupaten Kutai, dia mengajukan mutasi ke daerah pemekaran di Kutim pada 1999. Alasannya, ingin mengabdi ke kabupaten pemekaran. Lantas, dia kemudian dilantik menjadi kepala sub bagian perlengkapan di bagian umum dan perlengkapan setkab Kutim selama lima tahun. Namun, Suroto kembali dimutasi ke Dishub Kutim, selama tiga bulan menjabat kepala sub di bagian keuangan.

Dia sempat menjadi kepala sub bagian rumah tangga di bagian bagian umum dan perlengkapan Setkab Kutim, sekitar dua tahun. Lalu dimutasi lagi kepala sub bagian tata usaha di kantor pemuda olah raga yang kini menjadi Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kutim, dua tahun. Hingga naik menjadi esselon IV-A menjadi kepala bagian keuangan di Sekretariat DPRD Kutim, selama dua tahun.

Cukup panjang dan melelahkan perpindahan Suroto melintasi antar instansi di pemerintahan. Sempat juga dia dimutasi, selama enam tahun menjabat kabag umum dan protokol di Setkab Kutim. Lalu dilantik lagi menjadi kabag umum di Sekretariat DPRD, sekaligus merangkap Plt Sekretaris DPRD (sekwan). Seiring berjalan waktu, dia ikut lelang jabatan, kemudian dilantik secara definitif menjadi Sekwan hingga sekarang.

Banyak kesulitan yang dihadapi dalam mengurus administrasi dan keuangan. Menurut dia, suka-duka di bagian keuangan dapat dilalui jika benar-benar tertib administrasi. “Untuk bisa tertib, memerlukan skill dan pembinaan. Berbagai diklat dan kursus perlu diikuti. Itu untuk mengasah kemampuan diri,” ulasnya.

Motivasinya, yang penting mau belajar dari kesalahan. Dan, duduk di atas kebenaran, sehingga keuangan di instansi bisa aman tanpa beban. (cik-sb)

Check Also

Kenang Jasa Pahlawan, Bank Kalsel Gelar Upacara dan Lomba HUT Kemerdekaan RI ke-74

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai puji syukur untuk mengenang jasa-jasa pahlawan, Bank Kalsel melaksanakan upacara Hari …