Duduk Termenung, Buhari Warga Sangsel Mengaku Kehilangan Sertifikat Tanah

Duduk termenung. Buhari saat mengisahkan persoalannya kepada awak media, Minggu (25/3/2019)

SuaraBorneo.com, KUTAI TIMUR – Duduk termenung , itulah yang tampak saat Buhari meratapi masalah yang sedang dialaminya. Warga Desa Sangatta Selatan (Sangsel), Kecematan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur itu mengaku telah kehilangan surat dokumen tanah asli berupa Sertifikat Hak Milik (SHM).

Mengurus surat pengganti pun sudah dijalaninnya. Namun banyak persyaratan terlebih dahulu yang harus ia penuhi, termasuk mengumumkan berita kehilangan sertifikat tanah tersebut melalui media.

Melalalui media ini, Buhari menerangkan kehilangan sertifikat tanah atas nama H. Hairuddin yang sebelumnya dikuasakan kepada dirinya itu. Pasalnya, orang yang dititipkan legalitas asli tanah itu mengaku kehilangan dan tidak mengetahui keberadaannya hingga saat ini.

Diketahui, Buhari sebelumnya menerima kuasa penuh dan sertifikat dari H. Hairuddin untuk mengurus pembesan dan pencairan lahan lantaran yang bersangkutan tengah menjalani proses hukum di Samarinda. Sementara sertifikat tanah yang disebut dititipkan itu adalah sebagai jaminan karena berkaitan dengan uang pinjaman sebesar Rp75 juta.

Mengumumkan kehilangan surat tanah asli di media massa dimaksudkan sebagai sarana sekalaigus menjadi tenggang waktu andaikata ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan proses penggantian sertifikat tanah tersebut, atau ada sanggahan/gugatan dari pihak lain.

“Ini salah satu syarat untuk membuat surat keterangan kehilagan sertifikat tanah itu. Saya diminta untuk mengumumkannya kepada masyarakat melalui media massa,” ujar Buhari, Minggu, 23 Maret 2019.

Diterangkan, surat sertifikat hak milik No 723 yang memiliki luas 24.730 meter pesegi yang hilang itu terletak di Kenyamukan, RT 26, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimatan Timur.

“Kita punya bukti pendukung terkait sertifikat tanah yang hilang ini, mudah- mudahan secepatnya bisa diterbitkan kembali,” tuturnya.

Adapun bukti pendukung itu diantaranya, salinan surat pernyataan pelimpahan hak, salinan sertifikat tanah, salinan surat keterangan pemilik sertifikat, salinan surat pernyataan bersama antara Buhari dengan penerima sertifikat yang hilang, foto copy KTP, foto copy kartu keluarga dan sejumlah berkas atau surat pendukung lainnya.

“Melalui pengumuman lewat pemberitaan media┬áini, kami berharap dapat memenuhi syarat dan kemudahan untuk mengurus surat keterangan kehilangan dan mengurus penerbitan kembali surat tanah yang asli,” pungkasnya. (*).

Check Also

Revitalisasi Pasar Rakyat di Kecamatan Kongebeng Kutim

KUTIM, SuaraBorneo.com – Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi Di desa Marga Mulia Sp 4 …