Tiba di Lokasi, Tim Penilai Lomba Binter Disambut Sholawat dan Hadrah

KANDANGAN – Tim Penilai Lomba Binter saat disambut grup Hadrah Pesantren Dalam Pagar. Hadrah itu sendiri melambangkan kebahagian untuk kita semua yang benar benar menghayati dan peka terhadap keagamaan, kesenian tradisional religius khas kandangan dalam ponpes dalam pagar dan mengandung filosofis dan nilai nilai budaya khas banua.

Budaya dan tradisi orang kalimanatan yang merupakan hasil dari asimilasi selama berabad abad. Budaya tersebut kemunculannya dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang memadukan kesenian.

Sebagai salah satu kesenian Islam, kesenian hadrah masih sering ditampilkan di acara acara penyambutan tamu, kehormatan Tamu yang sangat di muliakan dan dihormati ,peringatan hari hari besar Islam atau hari nasional dan upacara perkawinan dan serta kegiatan kegamaan yang lainya.

Inti pokok dari kesenian ini yaitu syair syair yang di gunakan atau dinyanyikan di dalam kesenian ini berisi tentang puji pujian dan sanjungan kepada Rasulallah yang berisikan tentang nasehat nasehat dan petuah atau pesan moral yang terkandung dalam syair tersebut, dimana pesan pesan tersebut dilantunkan dengan penuh kegembiraan.

Adapun Ponpes Dalam Pagar merupakan Binaan Kodim 1003/Kandnagan , mulai dari Kerjasama pengamanan, pemberian wasbang dan belanegara terhadap para santri serta terjalin hubungan silaturahmi yg erat anyara Dandim dengan Pimpinan Ponpes Dalam pagar , alamatnya terletak di Jalan Al Falah, Kecamatan Kandangan. Didirikan tahun 2010 lalu oleh KH Ahmad Syairazi. Di sini menampung 599 santri dan 524 santriwati. Mereka datang dari berbagai daerah untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Ponpes ini punya harapan untuk para santrinya. Kelak, jika sudah lulus mereka bisa mandiri. Seraya mengembangkan ilmu agama yang sudah didapat.

pesantren ini punya 40 ustaz dan 5 ustazah. Merekalah yang membantu KH Ahmad memberi pelajaran agama dan keterampilan. Termasuk juga mengajarkan berbagai macam kemampuan lain melalui ekstrakurikuler. Seperti hadrah, mawarawis, bahasa Inggris, drama islami, bahasa Arab, kuntau sampai pencak silat.

Ponpes Dalam Pagar memang padat aktivitas. Pengurus pondok memahami hal itu. Mereka punya cara sendiri agar santri nyaman dalam menuntut ilmu.

Sambutan yang tampil beda itu, membuat para tim yang datang melempar senyum kepada para penerima tamu.

Kehadiran Tim Lomba Binter tingkat Pusat disambut oleh Komandan Kodim 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto SE , Forkopimda Kabupaten HSS, Komponen Elemen Masyarakat beserta Perwira Staf. (red)

Check Also

PDAM Bandarmasih Masih Mandiri Tanpa Penyertaan Modal dari Pemko dan Pemprov Kalsel

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai target kinerja dan keterjangkauan pelayanan masyarakat Kota Banjarmasin, PDAM Bandarmasih dikoordinator …