Dugaan Pelecehan Profesi, Wartawan Palangkaraya Laporkan Agati Suli Mahyudin dan Stafnya ke Polda Kalteng

PALANGKARAYA, SuaraBorneo.com – Kasus dugaan profesi wartawan oleh caleg incumbent DPR RI Dapil Kalteng Hj.Agati Suli Mahyudin, SE berbuntut panjang.

Sejumlah wartawan Palangkaraya baik yang tergabung maupun tidak di Organisasi PWRI, IPJI, resmi melaporkannya ke Ditreskrimsus Polda Kalteng Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya Rabu (10/04/2019).

Ia dilaporkan atas dugaan pelecehan profesi wartawan di akun facebook pribadinya berbunyi “Yang namanya wartawan itu maju tak gentar membela yang bayar”.

Tak hanya Agati Suli Mahyudin, wartawan juga melaporkan stafnya Wiwi atas dugaan ucapannya melalui pesan Wats App berbunyi “Ibu sudah di jembatani para wartawan semalam lewat PWI. PWRI itu tidak ada izinya”.

Eman Supriyadi perwakilan wartawan mengatakan, oknum calon angota Dewan DPR RI Dapil Kalteng Hj. Agati Sulie Mahyudin, SE terpaksa kami laporkan ke Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Karena hingga saat ini yang bersangkutan tidak ada etikad baiknya untuk meminta maaf kepada sejumlah wartawan yang bukan tergabung di organisasi PWI Kalteng.

“Kicauan di akun facebook pribadinya “Yang namanya wartawan itu maju tak gentar membela yang bayar” sudah sangat melecehkan profesi kami sebagai wartawan dan kata-kata itu tak pantas diucapkan oleh seorang anggota DPR RI Dapil Kalteng apalagi yang bersangkutan mencalonkan diri kembali.

Dia itu Ibunya Kalteng, orang berpendidikan kenapa kata-kata seperti itu keluar dari mulut Hj. Agati Sulie Mahyudin,” tandas Eman.

Untuk itulah, lanjut Eman, secara pribadi atau kelembagaan, bersama rekan-rekan wartawan yang satu perjuangan, kami akan lawan itu sampai kemanapun.

“Hal ini sudah membuat nama wartawan di Kalteng, dan seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia jadi tercemar. Kalau mereka tau, pasti akan dituntut sampai kemanapun,” ucap Eman.

Sementara itu, Ketua PWRI Kalteng Lulu Mudawamah, SE mengatakan, dirinya sangat tersinggung dengan kata-kata yang dilontarkan, Wiwi staf Hj. Agati Sulie Mahyudin, SE melalui pesan Wats App pribadinya yang berbunyi “Ibu sudah di jembatani dengan para wartawan semalam lewat PWI. PWRI itu tidak ada izinnya”.

“Kata-kata itu membuat saya keberatan dan tersingung. Untuk itu, permasalahan ini sudah saya laporkan ke Polda Kalteng,” tegas Lulu. (ujang/ery-SB)

Check Also

Mulawarman Peduli, Kodim 1007/Bjm Bagi Buah Segar ke Petugas Linmas Tiap Kecamatan

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Cuaca yang cukup terik di Kota Banjarmasin akhir akhir ini membuat gerah …