Wabup Kapuas Terima Hasil Evaluasi SPBE

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Setahun terakhir ini Pemerintah Kabupaten Kapuas telah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Eleketronik (SPBE) dan telah dievaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

Adapun penyerahan Hasil SPBE dilakukan akhir bulan lalu di hotel Bidakara Jakarta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta dihadiri sejumlah Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota se Indonesia

Wakil Bupati Kapuas, Drs HM Nafiah Ibnor MM yang hadir mewakili Bupati Kapuas menyatakan rasa syukurnya menerima hasil evaluasi SPBE walaupun nilai indeksnya cukup, sebab ternyata masih banyak Pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota yang menerima hasil evaluasi berada dibawah Kapuas.

Sementara itu, Plt Kadis Kominfo H Suwarno Muriyat Rabu (17/4) saat mendampingi Bupati Kapuas, Wakil Bupati, Forkompimda dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Senator dan Legislatif kepada awak media menyatakan bahwa hasil evaluasi SPBE Pemerintah Kabupaten Kapuas masih berada pada indeks 2,24 (cukup).

“Untuk mencapai nilai indeks tertinggi sebesar 4,2 – 5,0 (Memuaskan) Pemerintah Kabupaten Kapuas harus memiliki kebijakan terkait dengan proses bisnis terintegrasi, rencana induk SPBE, anggaran TIK yang memadai dan kebijakan pengoperasian pusat data,”Suwarno.

Suwarno optimis kualitas pelaksanaan SPBE pada tahun depan akan semakin meningkat karena dari 37 indikator rekomendasi dari Kemenpan RB sebagian besar sudah mulai dilakukan awal tahun 2019 ini sebagai wujud komitmen kuat Bupati Kapuas dalam menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta Permenpan RB Nomor 05 tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE.

Secara rinci mantan Kabag Humaspro Setda Kapuas ini menambahkan bahwa tingkat kematangan pada kapabilitas proses terdiri dari lima tingkat yaitu rintisan, terkelola, terstandardisasi, terintegrasi dan terukur, optimum.

Sedangkan tingkat kematangan pada kapabilitas fungsi teknis terdiri lima tingkat yaitu informasi, interaksi, transaksi, kolaborasi, dan optimalisasi. Setiap tingkat (level) memiliki karakteristik masing-masing yang dapat secara jelas membedakan antara tingkat satu dengan tingkat yang lain. Karakteristik pada tingkat (level) yang lebih tinggi mencakup karakteristik pada tingkat (level) yang lebih rendah.

“SPBE harus dilaksanakan dengan prinsip: efektivitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interoperabilitas dan keamanan,”katanya.

Ketujuh prinsip diatas memerlukan kecermatan dan komitmen bersama. Perpres 95 tahun 2018 pasal 34 telah membagi Aplikasi SPBE menjadi dua kategori yakni umum dan khusus.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ketetsediaan dan kevalidan data, manajemen; TIK, pengetahuan, sumber daya manusia, perubahan dan layanan berbasis elektronik,” pungkas Suwarno. (hmskmf/ujang/ery-SB)

Check Also

Mulawarman Peduli, Kodim 1007/Bjm Bagi Buah Segar ke Petugas Linmas Tiap Kecamatan

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Cuaca yang cukup terik di Kota Banjarmasin akhir akhir ini membuat gerah …