Harjad ke-13 Sanggar Langit Tabalong Gelar Opera Penghulu Rasyid

TABALONG, SuaraBorneo.com – Pergelaran “Opera Penghulu Rasyid” ┬ádalam rangka memperingati Hari jadi Sanggar langit yang ke 13 bersamaan dengan Grand Final Pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Tabalong 2019 dan bersamaan juga dengan Promosi Pariwisata Kota Banjarbaru di Expo Center Mabuun (27/04/2019).

Opera Penghulu Rasyid yang disutradarai oleh M. S. Wijaya atau yang kesehariannya dipanggil dengan nama Mino itu berjumlah kurang lebih dari 75 orang Dengan Tim produksi, para aktor, pemusik serta crew dan dalam proses penggarpannya memerlukan waktu 3 bulan untuk persiapannya sebelum tampil dipanggung.

“Walaupun ada beberapa kendala dalam penggarpannya namun tidak memudarkan semangat tim, saya sangat senang karena dibalik kesibukan yang berbeda-beda, para aktor sangat bersemangat dalam proses latihan, saya terharu walaupun tidak saya tampakan,”terang lulusan S1 Seni Drama, Tari, dan Musik ULM Banjarmasin itu.

Di Tabalong ini sebenarnya banyak cerita yang berlatar sejarah perjuangan nenek moyang kita dulu, yang bagus untuk dijadikan teladan bagi kita semua, salah satunya cerita “perjuangan Penghulu Rasyid, yang berjuang dengan cara Dzikir Baratib Baamal, selalu mengingat Allah ta’ala, untuk memberi semangat juang dengan pembekalan tauhid yang kuat, sehingga pejuang tidak gentar berperang karena hidup dan mati seorang makhluk sudahlah ditulis/ditakdirkan”.jelasnya saat ditanya awak media kenapa memilih mengangkat Perjuangan Penghulu Rasyid.

“Pikir saya sebelum mengenalkan sejarah sejarah daerah lain alangkah lebih baik mengenalkan sejarah di banua terlebih dahulu, dan mengingat bentuk garapan opera baru pertama kali di Tabalong, jadi saya beserta pembina yang lainnya tertarik untuk mengangkat cerita ini,” tambahnya

M Abdillah Pemeran Utama Penghulu Rasyid mengatakan sangat bangga bisa dipercaya sutradara menjadi tokoh utama sebagai Penghulu Rasyid. Dari situ pula saya bisa tahu seluk beluk sejarah perjuangan pahlawan ditanah sarabakawa, dan dari situ pula saya bisa mengenal lebih jauh tokoh2 heroik dari Tabalong,”terang pelajar kelas XII SMKN 1Tanjung saat diwawancarai awak media

Saat ditanyai apa kesulitan memerankan tokoh Utama Penghulu Rasyid dari proses penggarapan sampai main dipanggung Abdillah mengatakan kesulitannya terletak di feeling dialog. Agak sulit untuk menyesuaikan karakter Penghulu Rasyid yang tergolong berwibawa dan tenang. Kemudian adaptasi panggung Karena kondisi panggung yg tidak bisa dipakai dengan maksimal ketika latihan,” jelasnya

Untuk harapannya Dihari Jadi Sanggar Langit yang 13 Sutradara dan seluruh Tim produksi, para aktor, pemusik serta crew mengharapkan Sanggar Langit terus produktif di bidang seni dan budaya, dan semoga selalu bisa memberi manfaat bagi orang banyak. (mh-sb)

Check Also

Jajaran PDAM Kapuas Gelar Buka Bersama

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Jajaran keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas Kalimantan …