Disnaker Gelar Dialog Sosial Penguatan Pelaku Hubungan Indrustrial 2019

PALANGKARAYA, SuaraBorneo.com – Palangka Raya, Dialog sosial penguatan pelaku hubungan indrustrial tahun 2019 dengan tema “Hubungan kerja dan Jaminan sosial” di selenggarakan di aula kantor dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kalimantan Tengah di jalan Yos. Sudarso Palangka Raya, Senin, (29/04/2019) pukul 08.00 wib.

Acara di hadiri oleh kadis NAKERTRANS Provinsi KalimantanTengah, DUKCAPIL, Ketua umum GAPKI pusat , Ketua DPP APINDO, Ketua DPD KSPSI Kal-Teng , Korwil SBSI Kal-Teng , BPJS Ketenaga kerjaan , BPJS Kesehatan , anggota KSBSI, Kal-Teng , sebanyak empat belas orang dan dari SBSI Kal-Teng , sebanyak tujuh orang juga dari perwakilan perusahaan yang ada di kalimantan Tengah ini.

Koordinato wilayah (korwil) konfederasi serikat buruh sejahtera Indonesia (KSBSI) Kal-Teng , Karliansyah S.H ,” menyampaikan , Kal-Teng ini adalah lumbung tenaga kerja tapi kenapa semua perusahaan sawit yang ada selalu menggunakan tenaga kerja dari luar Kal-Teng seperti ; dari Jawa, Foleres, Sulawesi, hal ini meninbulkan kecemburuan kami sebagai warga daerah, sepertinya pihak perusahaan sawit sakit perut kalau menerima karyawan orang dayak” tegasnya.

Masih lanjut, Karliansyah untuk pihak DUKCAPIL, anggota kami yang bekerja di perusahaan masih banyak yang belum memiliki E-KTP, tapi kami merasa kesulitan mengurusnya di karenakan sulitnya akses untuk pembuatan KTP.

Kemudian masalah BPJS, kesulitan kami karyawan di perusahaan sakit dan berobat juga selalu di beri obat yang sama padahal keluhan penyakit kami berbeda.

Untuk itu kami mengharakan kepada pihat terkait maka di tindak lanjuti , apabila tentukan sampai akhir Mei 2019, tidak di indahkan kami dari KSBSI, yang beranggotakan 11.000 orang akan turun kejalan untuk menyuarakan aspirasi , dan kami juga setiap hari melihat traviking atau pengiriman tenaga kerja ilegal yang masuk ke Kalimantan Tengah, terangnya.

Dari perwakilan Serikat Buruh Indonesia, (SBSI) Dewi dari Kapuas, juga menyampaikan “kami dari karyawan PT LAK, menjalani perlakuan tidak adil mengenai cuti melahirkan, dari perusahaan kerja di beri waktu selama 40 hari kemudian Over time atau lembur tidak pernah di bayar padahal kami selaku mandor bekerja setiap hari lebih dari tujuh jam kerja , kepada DISNAKER Provinsi, mohon kiranya untuk datang bertemu dengan pihak perusahaan dan karyawan untuk melakukan sosialisasi agar pihak perusahaan mengerti, katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Rivianus Syahril Tarigan M.A.P, saat di wawancara dari awak media mengatakan , kita harus memperkokoh hubungan Tiga Pilar Indrustrial dalan Triparti yaitu ; Pemerintah, pengusaha dan pekerja agar selalu berkomunikasi dan menjaga hubungan baik , permasalahan yang timbul dari pekerja kami sudah banyak menerima laporan dan akan di tindak lanjuti serta kami undang berdialog seperti sekarang ini, untuk Mei Day, nanti kami harapkan dalam orasi nantinya untuk kegembiraan karena hari itu adalah hari libur .

Mari kita isi dengan rasa sukaria karena segala permasalahan sudah di sampaikan .tuturnya, ( antony-SB)

Check Also

Dinsos Kapuas Akan Programkan Pemberdayaan KAT di 2 Desa

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kapuas akan programkan pemberdayaan sosial Komunitas Adat …