Terbukti Mainkan Harga LPG 3 Kg, Pangkalan dan Pengecer Dikenai Sanksi Pidana

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop Dan UKM)
Kabupaten Kapuas menyatakan, terbukti mainkan harga LPG melon 3 Kg bersubsidi pangkalan dan pengecer dikenai sanksi pidana.

“Jika terbukti dan tidak sesuai HET pangkalan dan pengecer dikenai pidana,”kata Kadisperindagkop Dan UKM Kapuas Suparman Kamis (16/5/2019).

Ditegaskannya, menyikapi fenomena kelangkaan LPG 3 Kg dengan lonjakan harga tinggi pihaknya Jum’at (17/5) menggelar rapat bersama bidang yang menanganinya.

“Kita cari dulu apa persoalan sebenarnya hingga belakangan ini terjadi kelangkaan LPG 3 Kg ditambah harga yang melambung tinggi berkisar antara Rp 35.000,-hingga Rp 38.000,- ,”katanya.

Dari hasil rapat nantinya, jelasnya, gambaran solusinya melakukan sosialiasi dan tindakan preventif.

“Tetapi jika terbukti atau ada pihak pangkalan atau pengecer memainkan harga diberi sanksi pidana yang ranahnya kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, keberadaan LPG 3 Kg bersubsidi jika dilihat peruntukkannya memang bagi warga tidak mampu. Namun
dilapangan orang mampu pun disinyalir membelinya. “Inikan sangat ironi,” imbuhnya.

Untuk agen LPG 3 Kg di Kapuas, terdapat empat agen yakni, PT Eka Teladan, PT Rizki Indah, PT Huma Heru serta H. Rusdi di Jalan Barito.

Terkait, penetapan HET LPG 3 Kg, tambahnya, sesuai Keputusan Bupati Kapuas Nomor 242/Distamben tahun 2015.

“HET pangkalan untuk 12 kecamatan. Rinciannya 11 kecamatan Rp. 17.500,- Sedangkan di Mantangai Rp.19.000,-,” terangnya. (ujang/ery-SB)

Check Also

BPPRD : Dua Bingo Tak Pernah Bayar Pajak

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Dua arena permainan ketangkasan Bingo di Kelurahan Barimba dan Hampatung Kecamatn …