Hermansyah: Siap Tempur di Pilkada Walikota Jika Ibnu Meninggalkan Atau Mencoret Tidak Masalah

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebantar lagi masyarakat Kalimantan Selatan akan mengadakan Pemilihan Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota untuk kota Banjarmasin Banyak Kandidat yang sudah siap mencalonkan dirinya untuk memimpin Kalimantan Selatan termasuk wakil walikota Hermansyah beliau juga di kabarkan siap untuk maju pemilu walikota Banjarmasin Kamis (13/06).

Banyak isu-isu yang beredar bahwa Hermansyah ingin naik menjabat menjadi walikota dan menyangi pasangannya yaitu Ibnu Sina namun isu itu belum tentu benar sebelum ada klarifikasi yang jelas dari Hermansyahnya sendiri.

Hari ini pertemuan seluruh pengusaha hotel dan restoran di hotel Pyramid Banjarmasin dan di hadiri langsung oleh Hermansyah sendiri saat sebelum acara berlangsung disempatkan untuk kalrifikasi kepada Hermansyah sendiri terkait soal dirinya apakah mencalon lagi di periode yang akan datang sebagai walikota apakah cukup hanyar sekedar di periode yang ada ini.

Hermansyah menyampaikan “bahwa partai terbesar itu dari partai kita dan Golkar itu Hanyar dampingan saja dan pada waktu kita mencalonkan itu kita sudah sepakat bersama-sama menyelesaikan masa bakti yang ada sampai tahun 2021. Kita walau pun Ibnu tidak mau dalam menjalankan tugasnya kita sebagai amanat ini fokus menjalankan dan menyelesaikan itu semua,” ucapnya.

Mengenai masalah pencalonan kalau orang mendukung kita dan setuju dengan kita ya kita terimakasih nah khususnya juga partai serketaris DPD, mau menyusung kita lagi ya terimakasih. Namun untuk saat ini kita belum ada menyatakan maju atau tidak, dan berkaitan dengan pengajuan kita sebagai calon walikota itu masih lama lagi.

Menunggu tahapan-tahapannya, dan fokusnya kita sekarang ini adalah mengahabiskan masa jabatannya itu tegas dan sudah jelas masalahnya Ibnu meninggalkan, mencoretlah. Silahkan saja itu tidak jadi masalah, dan masalah pak wali ingin habis partainya itu tidak masalah bukan urusan kita.

Karena kita mengutamakan kawan itu, utamakan kebersamaan itu lebih utama jangan sampai nanti kita mencalonkan diri tapi kawan terpecah. Kalau masalah siap atau tidak sebenarnya kita ini di tempatkan dimana saja kita siap tidak jadi walikota kita siap dan tidak jadi wakil walikota pun kita siap juga.

Dan pertama walikota, wakil walikota, Gubernur. Itu cuti itu UUD kalau untuk PNS dan bagi TNI atau Polri itu mengundurkan diri begitu juga anggota Dpr dan kita dengar-dengar undang-undang yang sekarang ini di ubah untuk DPR, jadi anggota DPR itu boleh mengajukan diri tapi tidak boleh cuti sama juga dengan kepala daerah jika sudah mengajukan berkas dan sudah di tetapkan mau tidak mau itu harus mundur.

“Karena itu sudah masuk masa kampanye nah kalau kita dengar-dengar ini ingin keadilan berkaitan dengan pencalonan ini anggota DPR itu hanyar cuti dan kita belum tau undang-undangnyan kerna bupati, walikota kalau mau mencalonkan itu tidak mundur cuti saja sedangkan anggota Dpr harus mundur nah kalau benar itu terjadi pasti makin rame lagi nantinya,” pungkasnya. (fbri/ad-sb)

Check Also

Satu Buah Rumdin Komplek Eks RS Lama Dilalap Api

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Warga Kapuas dibuat geger menyusul terjadinya kebakaran sekitar pukul 13.50 Wib …