Sejauh Tahun 2019 Kasus Kejahatan Menurun Sampai 80%

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com -Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Irjen Pol Yazid Fanani menyebutkan gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya selama Operasi Ketupat Tahun 2019 berlangsung mengalami penurunan sekitar 80%

Penurunan tersebut bila diakumulasi melalui angka yakni sebanyak 107 kasus atau 80 persen dari 130 kasus kejahatan yang sebelumnya pada operasi 2018, kini menjadi 23 kasus pada operasi 2019.

Semua itu di sampaikan langsung oleh Irjen pol Yazid Fanani saat meadakan upacara di lapangan Mapolda Kalimantan Selatan bersama para anggota kepolisian yang lain pada hari Kamis (13/06).

Kemudian pada data lantas kamseltibcar pada 2019, Kapolda menyebutkan terhitung sedikitnya sebanyak 31 kejadian kecelakaan Sedangkan 16 orang diantaranya menyebabkan meninggal dunia, 5 orang luka berat dan 43 orang luka ringan serta kerugian materiil sebesar Rp 146.700.000.

“Apabila dibandingkan dengan operasi tahun 2018 mengalami kenaikan sebanyak 16 kejadian, korban meninggal dunia mengalami kenaikan 6 jiwa korban luka berat tetap 5 orang, dan luka ringan naik 34 orang, Serta kerugian materiil mengalami kenaikan juga sebesar Rp 109.100.000,” jelasnya.

Sedangkan untuk data pelanggaran lalu lintas selama 2019 tambah Kapolda Kalsel lagi sebanyak 717 pelanggaran atau mengalami penurunan sebanyak 919 pelanggaran.

“Karena dibandingkan tahun 2018 lalu jumlah pelanggaran sebanyak 1.638 pelanggaran,” kata Kapolda saat memimpin apel konsolidasi operasi kepolisian terpusat Ketupat Intan 2019.

Berlokasi di halaman Mapolda Kalsel, turut hadir pula pada apel penutupan operasi ketupat intan itu Sekretaris Provinsi Kalsel, Haris Makki, Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Wijayanto beserta jajaran lainnya. (fbri/ad-sb)

Check Also

Musholla Nurul Huda Kuin Kecil Siap Direhab

  BANJARMASIN, SuaraBorneo – Satu satunya tempat ibadah di lokasi TMMD ke 105 kampung Kuin …