‘Diam Adalah Penghianatan, Kotabaru Mati Suri’ Aksi Gerakor

KOTABARU, SuaraBorneo.com – Prihatin dengan situasi dan kondisi pemerintahan saat ini, sejumlah generasi muda menggelar aksi unjuk rasa damai.

Aksi demo beranggotakan mahasiswa muda Kotabaru yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, menyambangi kantor Bupati dan DPRD Kotabaru, Selasa pagi (2/7/2019).

Aliansi Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerakor) Kotabaru ini, berunjuk rasa sambil mengarak keranda mayat bertuliskan ;

“Kotabaru Mati Suri “, dan membentangkan spanduk berukuran jumbo bertuliskan

“Diam adalah Penghianatan”, gerakan 2 Juli 2019, 1) Kotabaru matisuri, 2) Tuntaskan Misteri WTP, 3) Kotabaru Kronis.

Di kantor Bupati para pengunjuk rasa disambut oleh Plt Diskominfo Sugian Noor, setelah memberikan orasi mereka bergerak menuju gedung dewan.

Berorasi sebentar di depan kantor dewan, sambil mempertontonkan keranda dan spanduk, para pengunjuk rasa diperkenankan masuk ke dalam gedung dewan.

Di dalam mereka diterima wakil pimpinan DPRD, Muhamad Arif dan Muhkni, sejumlah anggota dewan, turut hadir wabup Burhanudin.

Syahrani perwakilan mahasiswa dalam hearing menyampaikan beberapa hal diantaranya:

Pertama, meminta keterangan hasil audit WTP secara lisan dan tulisan yang diberikan BPK RI, kedua meminta kepada penyelenggara daerah memberi keterangan tentang hutang pemkab kepada pihak ketiga.

Ketiga meminta kepada dewan keterangan secara lisan dan tulisan alasan krusial tidak terselenggarakannya APBD perubahan 2018.

Kemudian keempat meminta kepada bupati dan wabup terkait terkait hilangnya foto wabup di acara hari jadi Kotabaru, kelima meminta pemerintah untuk menjelaskan baik secara lisan dan tulisan mengenai infrastruktur berupa jalan dan pariwisata.

Keenam meminta pemda untuk memberikan keterangan terkait hasil evaluasi Kemenpan terhadap kinerja SKPD. Dan yang terakhir meminta dewan agar melakukan langkah langkah penyelidikan terkait kabar penghilangan hak wabup atas penggunaan anggaran pemerintah.

Wakil pimpinan, M Arif hanya bisa memberikan sebagian jawaban mengingat ini semua bukan domainnya legesltif dan.

“Kami meminta dewan memberikan jawaban secara tertulis sebulan atau dua bulan kedepan. Kalo tidak ada jawaban kami mungkin akan kembali unjuk rasa,” kata mahasiswa. (syn/ad-sb)

Check Also

Musholla Nurul Huda Kuin Kecil Siap Direhab

  BANJARMASIN, SuaraBorneo – Satu satunya tempat ibadah di lokasi TMMD ke 105 kampung Kuin …