Kalsel Bersholawat Untuk Indonesia Damai Pasca Pemilu 2019

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pasca Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden hingga membuat suhu politik memanas, dan munculnya konflik dan protes keras berbagai lapisan masyarakat, hingga berdampak sejumlah pejuang demokrasi gugur disaat melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Bawaslu pada Selasa atau malam Rabu, 21, 22 Mei 2019.

Atas kejadian itu, untuk mengenang 40 hari gugurnya sejumlah pahlawan penuntut demokrasi ini membuat kami sebagai aktivis Kalimantan Selatan menggelar acara “Kalsel Bershalawat Untuk Indonesia” bertempat di panggung terbuka Bakhtiar Sandherta, Taman Budaya Banjarmasin, Selasa malam (2/7/2019) sebagai Ketua Pelaksana Bunda.

Pada kesempatan Bunda Mona mengatakan, “Kegiatan Kalsel Bersholawat Untuk Indonesia ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berjalannya pemilu yang damai di Kalsel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.

Wanita aktivis ini menambahkan, meskipun sempat terjadi perdebatan yang cukup meruncing, namun berkat kebesaran hati dan dewasanya rakyat dalam berdemokrasi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pemilu berjalan tidak terjadi.

“Dengan bersholawat kita harapkan hati ini kembali sejuk walaupun sempat memanas, semoga kita kembali bersatu pasca Pemilu 17 April 2019 lalu,” ujar Bunda Mona.

Dalam acara ini terpantau oleh awak media ini dimeriahkan Pembacaan Syair Maulid Al-Habsyi dari kelompok Bani Ashadi-Banjarmasin.

Sesudah pembukaan di awali dengan Qalam Ilahi yang disampaikan Qari Ustazd Mulyadi, S.Ag, M.Pd.I, dilanjutkan sambutan oleh Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Thabrani dan Ceramah Agama dan Tahlil serta pembacaan Sholawat disampaikan oleh Ustazd KH. Ahmad Supian, di akhiri do’a yang dibacakan oleh Drs. Ahmad Sugian Noor Al-Aydrus. (*/ad-sb)

Check Also

Musholla Nurul Huda Kuin Kecil Siap Direhab

  BANJARMASIN, SuaraBorneo – Satu satunya tempat ibadah di lokasi TMMD ke 105 kampung Kuin …