Dianggap Nol Kontribusi, Dirut PT Bangun Banua Sebut Asisten II Gegabah

Foto : PT Bangun Banua Kalsel waktu gelar buka puasa bersama

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana bahwa kontribusi PT Bangun Banua Kalimantan Selatan (BBKS) kepada kas daerah tahun 2019 ini zonk alias Nol persen, ternyata pernyataan tersebut dibantah pihak perusahaan.

Menurut pihak BBKS, pernyataan Hanifah Dwi Nirwana di media cetak lokal baru baru ini terkesan gegabah dan tergesa-gesa. Sebagai Asisten baru di lingkup Setda Prov Kalsel, semestinya Hanifah melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan pegawai Biro Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah (Sarpras Ekoda) Prov. Kalsel perihal BUMD.

“Beliau adalah pejabat baru. Sebelum membuat pernyataan ke publik, Sejatinya beliau komunikasikan dulu ke bagian Biro Sarpras Ekoda untuk mengetahui BUMD mana saja yang memang bermasalah. Terus permasalahan apa yang dialami BUMD itu? Jadikan gak terkesan Hoax,” sesal Direktur Umum PT Bagun Banua Kalsel, Wisnadi kepada suaraborneo.com melalui gawainya, Jumat (5/7).

Namun demikian, PT Bangun Banua Kalsel mendukung Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel yang sedang melakukan pemetaan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemetaan itu sendiri dilakukan untuk mengetahui kinerja BUMD yang baik dan buruk. Serta deviden yang diberikan BUMD untuk berkontribusi dalam peningkatan pendapatan daerah Kalsel.

“Terkait pemetaan yang dilakukan pejabat baru itu, kita sangat dukung ya. BUMD ini kan akan menjadi ujung tombak bagi perekonomian daerah dan mampu berkontribusi aktif pada PAD Kalsel,” kata Wisnadi melunak.

Wisnadi meluruskan, ketika Bangun Banua menjadi Perseroan Terbatas (PT), perusahaan plat merah itu selalu membagikan dividen bagi pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Kalimantan Selatan.

“Contohnya, Setoran 2018 untuk laba rugi tahun 2017 itu sebesar Rp 802 juta. Sedangkan setoran 2019 untuk laba rugi tahun 2018 memang belum diputuskan karena menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” tuturnya.

Wisnadi mengakui, PT. Bangun Banua Kalsel memang alami keterlambatan menyetor dividen. Hal ini disebabkan adanya perubahan akibat carut marut pemegang saham sebelumnya.

“Kita nunggu RUPS lah. Dan insyaallah, bulan ini sudah ada titik terang calon pemegang saham yang akan menggantikan pemkot Banjarbaru. Semua ini sudah kita laporkan kok kepada Karo Sarpras Ekoda Kalsel,” tandasnya. (edz/ad-sb)

Check Also

Musholla Nurul Huda Kuin Kecil Siap Direhab

  BANJARMASIN, SuaraBorneo – Satu satunya tempat ibadah di lokasi TMMD ke 105 kampung Kuin …