Sehari 3 Gempa Signifikan Guncang Selatan Bali

JAKARTA, SuaraBorneo – Gempa kembali terjadi di Samudra Hindia selatan Bali. Kali ini pusat gempa berada di zona megathrust selatan Bali. Hasil analisis update yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan M 5,2. Episenter terletak pada koordinat 10,57 LS dan 115,00 BT, tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 198 km arah baratdaya Nusa Dua dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa tektonik dangkal di zona megatrust relatif dekat dengan front subduction. Dengan memperhatikan mekanisme sumber yang berupa pergerakan naik (thrusting) maka hiposenter gempa ini terletak pada bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Gempa semacam ini populer disebut sebagai “interplate earthquake”. Kamis (25/07).

Pusat gempa ini meskipun lokasi sangat jauh dari Bali dan Lombok, tetapi beberapa warga di Lombok merasakan guncangan gempa ini dalam skala intensitas II MMI.

Di Samudra Hindia selatan Bali, gempa ini adalah urutan yang ke tiga kalinya dalam sehari ini. Gempa pertama terjadi pada pukul 09.29.13 WITA dengan kekuatan M=4,9 pada kedalaman 71 km. Gempa kedua terjadi pukul 18.53.13 WITA dengan berkekuatan M=4,1 pada kedalaman 66 km.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya maka baik gempa pertama dan kedua adalah gempa dengan kedalaman menengah di zona Benioff. Ditinjau dari karakterikstik kedalaman dan mekanisme sumbernya tampak bahwa gempa pertama dan kedua lebih memiliki kaitan dengan aktivitas gempa kuat yang terjadi pada tanggal 16 Juli 2019 lalu dengan kekuatan M 6,0 pada kedalaman 75.6 km. Sedangan gempa yang ketiga adalah gempa baru di zona megathrust.

Kepala bidang informasi gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG
Dr. DARYONO menyampaikan, “Terjadinya peristiwa 3 gempa bumi di selatan Bali dalam sehari ini marilah kita bersama meningkatkan kewaspadaan, tetapi kita tidak perlu resah dan khawatir. Tingkah laku gempa masih sulit dikenali polanya, selain itu aktivitas gempa bumi belum dapat diprediksi kapan, dimana, dan berapa kekuatannya,” ucapnya.

“Hingga malam ini warga Banyuwangi dan Bali masih melontarkan pertanyaan: Apakah rentetan gempa di selatan Bali ini merupakan tipe gempa pembuka? Jawabnya adalah sangat sulit untuk menentukan sebuah gempa disebut sebagai gempa pembuka atau bukan,” pungkasnya. (fbri/ad-sb)

Check Also

Pembangunan Jembatan Ujung Murung Prestisius, Icon Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Rencana pembangunan Jembatan Ujung Murung sudah lama menjadi mimpi Bupati Kapuas, …

error: Off