Pemilik Agen LPG Bersubsidi Minta Penangguhan Karena Dugaan Sakit Strok ke Majelis Hakim

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Nasib apes bagi terdakwa terkait perkara Pelanggaran Perlindungan Konsumen ini, bagaimana tidak akibat menjual gas LPG 3 kg bersubsidi diatas harga HET, pensiunan PNS ini harus didudukan dikursi pesakitan.

Parahnya lagi, terdakwa H. Mahali (61) warga Jalan Bhakti No 32, kel. Pemurus Dalam, Banjarmasin ini, dimana saat menjalani sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarmasin, pada Rabu (7/8) siang, kondisinya cukup memprihatinkan alias diduga dalam keadaan sakit strok.

Meskipun demikian terdakwa yang diduga menjual gas seharusnya seharga 17.500 dan dijual sebesar 20.000 tersebut, harus mempertanggungkan perbuatannya, dimana

dalam sidang perdana dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hj. Rosmawati SH MH dengan didampingi kedua anggotanya Khairul Soleh SH dan Arif SH,  oleh Jaksa Penuntut Umum Zulkhaidir SH dari kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, ia telah didakwa melanggar pasal 62 ayat 1 jo pasal 10 huruf A UURI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Sementara dalam kesempatan tersebut H. Mahali melalui kuasa hukumnya dari LKBH Unlam Ali SH meminta Majelis Hakim agar kliennya diberikan penangguhan atau peralihan tahanan dalam menjalani proses persidangan dan dengan menyerahkan surat permohonannya. Oleh, Majelis Hakim sidangpun ditunda minggu depan, sekaligus melakukan perundingan dengan anggota terkait permohonan penangguhan tersebut.

Sementara kuasa hukum Ali ketika ditemui usai sidang membenarkan bahwa pihaknya tidak melakukan esepsi dan juga memberikan surat permohonan penangguhan tahanan bagi terdakwa. ” Hari ini sidang perdana dengan agenda dakwaan oleh JPU, terkait dakwaan Kami memang tidak melakukan esepsi, tetapi kami mengajukan ke Majelis Hakim pengalihan tahanan. Adapun alasannya terkait kondisi keadaan terdakwa yang kurang sehat atau diduga kena strok. Sehingga apa bila ia disel akan menyusahkan, oleh karena itu bila dialihkan tahanan dirumah agar bisa dilakukan pengobatan secara rutin”, katanya.

Ditambahkan, padahal saat di kepolisian tidak dilakukan penahan dengan alasan kondisi terdakwa kurang sehat saperti sekarang, namun saat limpah oleh kejaksaan terdakwa dilakukan penahanan. Kemudian Jaksa Zulkhaidir ketika ditemui membenarkan telah melakukan penahanan karena sesuai aturan. ” Memang ditingkat penyidik tidak ditahan, kemudian di kejaksaan dilakukan penahanan, karena ancamanya diatas lima tahun, dan cukup syarat untuk dilakukan penahanan,” katanya sambil menjauh.

Untuk sekedar diketahui terdakwa diamankan oleh petugas unit l Subdit l Tipid Indagasi Dit Reskrimsus Polda Kalsel beberapa waktu lalu. (cry/ad)

Check Also

Waspada! lakukan Transaksi Jual Beli Online di Kalsel, 3 Orang Tertipu

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Marak aplikasi jual beli online yang ada di berbagai aplikasi membuat semua …