Pengaduan Dugaan Ijazah Palsu HM Rusli Pernah Dihentikan Lantaran Kurang Bukti

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Laporan Puar Junaidi dari Partai Golkar ke Polda Kalsel terkait dugaan penggunaan Ijazah palsu oleh H.M. Rusli Ketua DPRD Kabupaten Banjar dinilai tidak berdasar. Pasalnya, masalah tersebut sudah pernah dilaporkan ke Polda Kalsel beberapa waktu lalu, namun kasusnya dihentikan atau di SP3 kan lantaran diduga kurang bukti.

“Apa yang dilaporkan ke Polda Kalsel terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh kliennya H. M.Rusli yang juga sekarang terpilih jadi anggota legislatif¬† DPRD Proviinsi Kalsel tersebut dulunya juga pernah diadukan, namun kasusnya dihentikan atau di SP3 kan,” jelas DR Fauzan Ramon SH MH.

Menurut Pengacara yang cukup terkenal ini, dengan demikian ijazah S1 dan S2 tersebut adalah asli.

“Dengan dikeluarkannya surat penghentian penyidikan dari laporan tersebut iapun berkeyakinan ijazah tersebut adalah asli,” katanya lagi pada saat dihub via sellulernya.

Ia juga mengingatkan agar pihak pelapor terkait hal ijazah tersebut agar lebih berhati- hati apalagi laporan tersebut berbau politik apalagi kasusnya telah di SP3 pada tahun 2015.

“Setiap warga negara termasuk juga LSM dalam melaporkan seseorang apalagi yang bermuatan politik haruslah berhati-hati, buktinya laporan yang sudah di SP3 dan sudah disampaikan tahun 2015 lalu. Karena H. Rusli ini sudah yang ketiga kali apalagi pada saat mencalonkan diri jadi Bupati Kabupaten Banjar dan selalu ada dilaporan dugaan ijazah baik dulu maupun sekarang ini,”¬† ujarnya. (cry/ad)

Check Also

Mantapkan Deteksi Dalam Menyambut Pilkada Tahun 2020

BANJARMASIN, SuaraBorneo – FKDM Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Acara Rakor untuk menghadapi pilkada yang akan …