Cerita Dibalik Pembangunan Jalan Penghubung Desa Bilis-Bilis

SUMENEP, SuaraBorneo – Kepala Desa Bilis-bilis, Kabupaten Sumenep, H. Hasyim punya impian besar‎ yang kini mulai terwujud yakni membangun infrastruktur, salah satunya jalur penghubung desa. Akses warga desa Bilis-bilis yang ingin ke pasar Desa Laok Jang-jang atau para siswa SMP 2 Arjasa tak lagi harus melalui jalan memutar, karena kini sudah terbuka lebar dengan terbentangnya jalan itu.

Kala baru menjabat sebagai Kepala Desa Bilis-bilis pada tahun 2008 silam, H. Hasyim sudah memendam impiannya membangun infrastruktur yang layak bagi masyarakat. Terutama, bagi mereka para remaja yang menempuh pendidikan di SMP 2 Arjasa yang terletak di desa Kalisangka.

Bilis-bilis merupakan desa paling barat di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Sumenep, lokasinya persis berada paling ujung dan berbatasan langsung dengan laut . Terbatasnya infrastruktur darat di wilayah tersebut, membuat warga sekitar harus menempuh jarak kiloan meter. Kala musim kemarau, ratusan siswa SMP 2 Arjasa yang berasal dari desa Bilis-bilis rela melintasi area persawahan agar lebih cepat tiba di sekolah. Lain ceritanya ketika musim penghujan, area persawahan yang becek tidak mungkin dilewati.

Para pelajar itu pun harus gunakan jalan beraspal yang memutar dengan jarak tempuh hingga memakan waktu. Bagi yang memiliki sepeda motor, bisa jadi bukan masalah. Namun bagi mereka yang berjalan kaki menuju sekolah, jalan memutar tersebut tentu akan melelahkan.

Desa Bilis-bilis, kala itu mungkin menjadi desa yang tidak menguntungkan secara geografis. ‎Tak ada satupun kepala desa yang bisa menangani persoalan yang mendera warga di wilayah itu. Padahal, keberadaan jalan penghubung tersebut telah dinanti selama puluhan tahun.

Namun, setelah menjabat kades periode pertama, Ji Hasyim –panggilan akrab H. Hasyim mulai melakukan langkah-langkah strategis supaya masyarakat di desa Bilis-bilis juga memiliki jalur strategis.‎ Di awal-awal kepemimpinannya, keterbatasan anggaran mungkin yang menjadikan belum terwujudnya impiannya besarnya itu.

Tapi, ‎hal itu tak menyurutkan niatnya untuk membangun infrastruktur yang layak bagi warganya. Dirinya menilai, pembangunan jalan di wilayah paling ujung pulau Kangean ini sangat mendesak, karena sekaligus upaya mempermudah aktivitas warga.

Setelah persiapan dirasa cukup matang, pembangunan jalur penghubung ini pun dimulai. Tepatnya, pada 2019 ini atau saat dirinya telah menjabat kades periode kedua. Langkah pertama dengan membuka jalan yang terletak di area persawahan dusun Telaga Lalang.

Untuk mempercepat pengerjaan, alat berat juga dilibatkan guna membuka lahan maupun meratakan tanah. Bahkan ada lahan milik warga sekitar yang dengan sukarela dihibahkan untuk dijadikan jalan penghubung antar desa ini.

Usai tahap pembukaan jalan selesai, dilanjutkan dengan tahap kedua, peningkatan jalan (makodam). Karena jalan yang dibuka tersebut memotong area persawahan dan parit, sehingga dalam pembangunan ini para pekerja juga mendirikan sebuah jembatan kecil dan gorong-gorong di dua titik. Agar tidak mudah longsor, sisi kanan dan kiri dibangun plengsengan setinggi 3 meter.

Kini, setelah melalui pengerjaan selama 15 hari, pembangunan tahap kedua jalan penghubung yang menggunakan dana desa dengan pagu anggaran sebesar Rp. 238 juta rupiah itu sudah rampung. Sementara tahap ketiga akan dilakukan pengaspalan.

“Pembangunan Jalur penghubung dua desa ini merupakan impian saya sejak lama. Selain itu, saya merasa terenyuh saat melihat anak-anak kita yang sekolah di SMP 2 Arjasa. Merek harus jalan memutar dan jauh menuju sekolah,” ujar Kepala Desa Bilis-bilis, H. Hasyim saat berbincang dengan suaraborneo.com.

Hasyim menjelaskan, kalau melihat dari sisi dana desa sangat terbatas, dirinya pun sempat berpikir jika pembangunan jalur penghubung ini sangat mustahil terealisasi. Tapi, kata dia, dengan niat yang ikhlas, pemerintah akhirnya pembangunan jalan baru ini bisa terwujud.

“Selama ini masyarakat harus memutar, jadi kalau hujan repot. Sekarang masyarakat lebih mudah,” tuturnya.

Kades dua periode itu pun menyatakan, pemanfaatan dana desa sudah sesuai hasil. Sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi terus dibangun. “Apa yang kita bangun sesuai dengan kebutuhan warga,” pungkasnya. (edz/as)

Check Also

Warga Kayu Rabah HST Temukan Diduga Bagian Kerangka Manusia

BARABAI, SuaraBorneo.com – Warga Desa Kayu Rabah di buat geger karena mereka telah menemukan Tulang …