Diduga, Proyek Bangunan Bertambah, Halaman SDN Simpang Empat Satu Menyempit

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Diduga akibat adanya penambahan beberapa proyek bangunan pada halaman SDN  Simpang Empat Satu yang berlokasi di Jalan Tembikar Kanan, Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar tersebut, menjadi sempit.

Disinyalir, akibat hal tersebut sebagian siswa maupun para tamu sekolah untuk memarkirkan sepeda dan kendaraannya baik itu roda dua maupun lebih, sebagiannya diluar pagar sekolah atau dibahu jalan umum. “Parahnya lagi, apalagi pada saat pihak sekolah mengadakan acara, dimana kendaraan tamu yang diparkirkan di pinggir jalan tersebut tentu saja akan mengganggu para pengguna jalan,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, semestinya pihak sekolah meminta ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar untuk meninggikan berupa pemasangan paving pada halaman sekolah SDN tersebut.  Ia menambahkan, pasalnya kuat dugaan kondisi halaman sekarang apabila datang musim hujan atau jumlah volume pada air sungai meningkat sering banjir.

“Seharusnya pihak sekolah meminta ke Dinas agar halaman sekolah dipasang paving agar menjadi tinggi, pasalnya kuat dugaan karena rendah maka sering banjir. Dan ini akan berdampak bagi aktifitas pengajaran,” katanya.

Ditambahkan, ia juga menyayangkan terkait pekerjaan proyek pembangunan toilet beserta sanitasinya senilai 104 juta untuk Tahun Anggaran 2019  yang sekarang dikerjakan terkesan mubajir, mengingat wc atau jamban di sekolah tersebut sudah ada dan masih bisa digunakan.

Sementara Kepala Sekolah SDN Simpang Empat Satu, Muslimah ketika dikonfirmasi, pada Kamis (15/8), mengatakan bahwa pihaknya atau sekolah telah menyediakan untuk tempat parkir terutama bagi para siswa yang membawa sepada, tepatnya disamping ruang kelas satu.

Dijelaskan, memang masih ada sebagian siswa yang telah memarkirkan sepedanya diluar pagar sekolah atau dibahu jalan unum, karena inisiatif siswa sendiri, meski telah dilakukan teguran.

“Kami telah menegur agar sepeda milik siswa jangan parkir diluar sekolah dan agar diparkir dihalaman sekolah saja, tepatnya disamping ruang kelas satu. Namun ada sebagian siswa yang mengindahkan, dan itu adalah atas kemauannya sendiri yang enggan mesuk ke halaman sekolah,” katanya.

Saat disinggung kuat dugaan lantaran adanya beberapa  bangunan yang membuat halaman sekolah menjadi sempit, selain itu juga, kuat dugaan proyek jamban tersebut terkesan mubajir. Pasalnya, jamban sekolah masih ada dan masih berfungsi.

Dijelaskan, sedangkan untuk proyek pembuatan toilet yang sekarang dikerjakan adalah bantuan dari Dinas. Dan sedangkan lokasi pembangunannya tepat disamping perpustakaan.

Dijelasnya lagi, pembangunan jamban beserta sanitasinya tersebut penting bagi sekolah terutama pada saat ada kegiatan lain agar tidak berdesakan apabila saat bersamaan ingin membuang air besar maupun kecil.

Dijelaskannya lagi, adapun pembangunan tidak dilokasi jamban yang terdahulu dikarenakan untuk halamannya kurang luas. (cry/ad)

Check Also

5 Lahan Sawit di Mempawah, Kuburaya, Ketapang dan Landak di Segel Polda Kalbar

PONTIANAK, suaraborneo.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH …