Pemilik Agen LPG 3 Kg Bersubsidi Dituntut Tiga Bulan Penjara

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Dengan kondisi yang tidak begitu sehat alias diduga mengalami struk ringan, terdakwa DRS.H.Mahali (61) warga Jalan Bhakti nomor 32, kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin, yang didampingi Pengacaranya Ali Murtadli SH dan rekan, kembali dihadirkan untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Zulkhaidir SH dari Kejati Kalsel, dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Rabu ( 28/9) siang.

Terdakwa yang digotong sang istri saat menuju kursi pesakitan tersebut oleh JPU dituntut tiga bulan penjara.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hj. Rosmawati SH MH dengan anggota Khairul Soleh SH dan Yusuf Pranowo SH MH mewakili M.Arif SH, bahwa JPU berpendapat dimana terdakwa yang nota benenya pensiunan PNS tersebut, terbukti bersalah dengan menjual LPG dengan berat 3 (tiga) kilogram bersubsidi seharga 18.500 diatas harga eceran tertinggi yaitu 17.500.

Sebagaimana telah diatur dan diancam pidana melanggar pasal 62 ayat (1) jonto pasal 10 huruf a UURI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Adapun untuk barang bukti berupa mobil angkutan LPG atau pick up milik saksi Arbain, agar dikembalikan.

Sedangkan yang lainnya yaitu  puluhan tabung gas baik berisi maupun tidak agar dirampas untuk negara.

Sementara usai sidang saat ditemui, Penasehat Ali M SH melalui Iwan Saputra SH untuk dikonfirmasi terkait tuntutan Jaksa tidak bisa memberikan keterangan karena sibuk.

Untuk sekedar diketahui terdakwa diamankan oleh petugas unit l Subdit l Tipid Indagasi Dit Reskrimsus Polda Kalsel beberapa waktu lalu.

Dan sebelumnya oleh pihak kepolisian terdakwa tidak dilakukan penahanan namun setelah dilimpahkan ke Kejaksaan ditahan. (cry/ad)

Check Also

5 Lahan Sawit di Mempawah, Kuburaya, Ketapang dan Landak di Segel Polda Kalbar

PONTIANAK, suaraborneo.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH …