Korban Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos Dinilai Tuntutan Satu Tahun Bagi Terdakwa Terlalu Ringan

BANJARMASIN, SuaraBorneo – Tuntutan Satu Tahun bagi Terdakwa Maunah Hayati (30) atau Mimi warga Kelayan B gang Mansyur yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum Rizki Purbo SH dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin, dinilai Noorjanah atau sering dipanggil Zezen (korban) dalam kasus dugaan pencemaran nama baiknya dimedia sosial, terlalu ringan, saat sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarmasin dengan agenda pembacaan tuntutan, Kamis (29/8) siang.

Soalnya, menurut Zezen ancaman hukuman bagi terdakwa yang saat persidangan yang diketuai Majelis Hakim Mochamad Yuli Hadi SH MH dengan didampingi kedua anggotanya Nanik Handayani SH MH dan Jamser Simanjuntak SH MH, didampingi Kuasa Hukumnya Ali Murtadli SH dan rekan, selama empat tahun penjara.

Oleh karena JPU berpendapat bahwa Mimi terbukti bersalah melakukan dugaan tindak pidana di bidang Informasi dan Transaksi Ekektronik yaitu dengan sengaja dan

tanpa hak telah mendistribusikan dan atau mentransmisiikan dan atau membuat dapat diaksenya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik, sebagaimana yang telah diatur dan diancam pidana melaggar pasal 45 huruf a ayat 2 dan atau pasal 45 ayat 3 UURI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI nomor 11 tahun 2008 tentangĀ  Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, tambah Zezen saat dihubungi melalui via hp menjelaskan bahwa dirinya merasa bersyukur karena terdakwa Mimi terbukti bersalah telah mencemarkan nama baiknya, namun atas perbuatannya tersebut dirinya merasa dirugikan baik moral maupun dalam materi.” Kalau tidak salah pada bulan Nopember 2019 atau sejak beredarnya beberapa postingan foto lengkap dengan nama kita hingga sekarang, yang mana telah diduga bermuatan penghinaan dan atau mencemarkan nama baik di media sosial, saya sangatlah merasa dirugikan baik dari segi moral maupun berdampak pada kerugian materil, “katanya.

Dijelaskan, sejak saat itu, para nasabah yang telah menjalin kerjasama dengannya manarik diri atau membatalkannya. ” Ada tujuh orang nasabah yang telah membatalkan kerjasamanya, dan hingga sekarang keadaan ekonominya semakin menurun. Ini dikarenakan tercemarnya nama baiknya,” ucapnya.

Namun, sekarang pelaku telah menjalani proses persidangan yang mana akibat perbuatannya tersebut, dan ia mengharapkan hukuman yang diberikan kepada terdakwa agar membuat jera,agar mana tidak mengulanginya lagi.

“Saya mengharapkan kepada para pihak penegak hukum agar memberi hukuman yang seadil-adilnya, sebagai efek jera agar tidak mengulanginya lagi, dan agar nama baiknya pulih kembali. Namun sangatlah disayangkan dimana hukuman yang seharus bisa dituntut empat tahun penjara, ini malah dituntut ringan yaitu satu tahun,” ucapnya seolah tidak percaya. (cry/ad)

Check Also

5 Lahan Sawit di Mempawah, Kuburaya, Ketapang dan Landak di Segel Polda Kalbar

PONTIANAK, suaraborneo.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH …